12 January 2026, 23:24

Banjir Tangerang Meluas: Villa Tomang Terendam hingga 1,4 Meter, Akses Jalan Utama ke Bandara Ikut Tersendat

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Minggu malam hingga Senin (12/1/2026)

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
2,280
Banjir Tangerang Meluas: Villa Tomang Terendam hingga 1,4 Meter, Akses Jalan Utama ke Bandara Ikut Tersendat
Banjir di Tangerang hingga satu meter, warga mulai mengungsi. (CNN Indonesia/Dodi Wahyudi)

Perspektif.co.id - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Minggu malam hingga Senin (12/1/2026) memicu banjir di sejumlah titik, mulai dari Kabupaten Tangerang hingga Kota Tangerang. Genangan tak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengganggu mobilitas warga dan arus lalu lintas di ruas jalan utama, termasuk jalur yang kerap dipakai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Di Kabupaten Tangerang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak banjir tersebar di beberapa kecamatan dengan tinggi muka air bervariasi. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyebut ketinggian banjir berada pada rentang 30 sentimeter hingga 140 sentimeter. “Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan titik banjir yang melanda permukiman warga,” ujarnya. 

Salah satu lokasi yang terdampak paling tinggi dilaporkan berada di Perum Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis. Taufik mengatakan kawasan itu menjadi titik tertinggi genangan. “Perum Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya paling tinggi. Di sana ketinggian air hingga 140 sentimeter,” kata Achmad Taufik, Senin (12/1/2026). 

Menurut laporan ANTARA, di Villa Tomang Baru tercatat 23 rumah terdampak banjir, dengan tinggi air dilaporkan mencapai 140 cm. BPBD Kabupaten Tangerang juga menyebut total warga terdampak di wilayahnya mencapai lebih dari 1.000 jiwa dengan 1.014 kepala keluarga (KK), seiring banjir yang terjadi di beberapa titik permukiman.

Detikcom turut melaporkan BPBD Kabupaten Tangerang mendata 15 titik banjir pada Senin (12/1/2026), termasuk Villa Tomang Baru. Dalam daftar sebaran tersebut, terdapat pula wilayah lain dengan genangan besar, misalnya Kampung Rawa Lumpang, Kosambi, yang disebut mencapai 100 cm dan berdampak pada ribuan KK, serta beberapa titik di Pakuhaji dengan data ketinggian dan jumlah warga terdampak yang beragam. 

BPBD Kabupaten Tangerang menjelaskan, pemicu banjir tidak semata hujan deras, melainkan juga luapan air dari sungai dan danau/situ yang tak lagi mampu menampung debit. Selain banjir, BPBD juga menerima laporan kejadian lain berupa pohon tumbang dan rumah roboh di beberapa kecamatan, yang sedang ditangani petugas. “Kami juga menerima pelaporan adanya pohon tumbang dan rumah roboh. Saat ini kami sudah menanganinya,” kata Taufik. 

Sementara itu di Kota Tangerang, BPBD mencatat banjir melanda setidaknya lima kecamatan, yakni Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan genangan muncul sejak pagi akibat hujan berintensitas tinggi. “Lima kecamatan yang terdampak banjir yaitu Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas,” kata Mahdiar, Senin (12/1/2026). 

Mahdiar menjelaskan tinggi genangan bervariasi sekitar 20–60 sentimeter. Di Kecamatan Benda, salah satu titik yang dilaporkan tergenang adalah Kampung Rawa Bokor dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter yang menggenangi jalan dan permukiman. BPBD juga mencatat genangan di beberapa titik lain di Benda, termasuk area sekitar jalan dan fasilitas publik, serta menyebut ada warga yang mengungsi akibat genangan di wilayah tertentu.

Gangguan paling terasa terjadi di akses jalan utama yang padat aktivitas harian. Media lokal Banten Ekspres melaporkan banjir menggenangi Jalan Husein Sastranegara, Kecamatan Benda, salah satunya di depan Kantor Polsek Benda. Ketinggian air disebut sekitar 60 sentimeter dan membuat arus lalu lintas tersendat serta memicu kemacetan panjang. 

Seorang warga bernama Ikhsan menyebut genangan mulai naik setelah hujan turun tanpa henti sejak malam. “Hujannya dari semalam nggak berhenti, subuh tadi air mulai naik. Di depan Polsek Benda ini paling parah, banyak motor mogok karena airnya sudah setinggi lutut,” ujar Ikhsan. Ia menambahkan dampak banjir mengganggu warga yang hendak berangkat kerja dan menuju bandara. “Ini kan akses utama ke bandara, jadi macet panjang. Orang-orang pada telat kerja karena nggak bisa lewat,” katanya. 

Di sisi penanganan, BPBD Kota Tangerang menyatakan melakukan penyedotan genangan di sejumlah titik, terutama ruas jalan dan fasilitas umum, serta menyiagakan personel dan perahu untuk membantu mobilisasi warga di area yang masih tergenang. Mahdiar juga mengingatkan potensi kenaikan debit air masih ada, mengikuti prakiraan hujan yang dapat berlanjut hingga malam hari dan dipengaruhi kondisi wilayah hulu. 

Dari sisi cuaca, faktor hujan lebat di Jabodetabek pada 12 Januari 2026 turut disorot dalam laporan detikcom yang mengutip BMKG. Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menyatakan hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di berbagai wilayah dan dipicu kombinasi dinamika atmosfer skala regional. “Kondisi cuaca ekstrem ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat,” ujarnya. 

Berita Terkait