23 December 2025, 14:46

Avatar 3 Jadi Umpan Penipuan “Streaming Gratis”, Kaspersky Ingatkan Risiko Data Bocor hingga Rekening Terkuras

Penipu siber kembali memanfaatkan momen rilis film populer untuk menjerat korban.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
2,331
Avatar 3 Jadi Umpan Penipuan “Streaming Gratis”, Kaspersky Ingatkan Risiko Data Bocor hingga Rekening Terkuras
Ilustrasi. Penipu siber kembali memanfaatkan film terbaru untuk mengelabui korban. Kali ini, film Avatar Fire and Ash yang mulai tayang pada pekan lalu menjadi kedoknya. (Foto: iStockphoto/hocus-focus)

Perspektif.co.id - Penipu siber kembali memanfaatkan momen rilis film populer untuk menjerat korban. Kali ini, film Avatar: Fire and Ash (Avatar 3) yang mulai tayang belakangan ini dijadikan kedok lewat tautan “streaming gratis” yang beredar di internet. Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan adanya peningkatan kampanye penipuan digital yang memanfaatkan antusiasme publik yang ingin menonton film tersebut secara online. 

Dalam temuan Kaspersky, pelaku membuat situs web berbahaya yang menampilkan tampilan seolah-olah menyediakan akses nonton Avatar 3 secara daring. Targetnya tak hanya satu negara—situs palsu ini dilaporkan menyasar pengguna lintas wilayah, menandakan pola serangan yang dirancang untuk menjaring audiens global. Untuk memperluas jangkauan, pelaku juga melakukan “lokalisasi” dengan menampilkan situs dalam berbagai bahasa agar terlihat meyakinkan bagi calon korban. 

Namun, ada celah yang sering menjadi “alarm” awal. Kaspersky menilai terjemahan dalam situs-situs palsu itu kerap buruk, banyak salah tata bahasa, dan tidak konsisten—ciri yang biasanya muncul pada halaman penipuan yang dibuat cepat dan massal. Saat korban mencoba memutar video, yang muncul bukan film sungguhan, melainkan pemutar media palsu yang mendorong pengguna untuk mendaftar demi memperoleh akses “penuh” atau “tanpa batas”. 

Masalahnya, proses pendaftaran itu bukan sekadar membuat akun. Korban akan diminta menyerahkan data pribadi seperti alamat email dan nomor telepon. Pada tahap berikutnya, penipu bisa meminta data tambahan, termasuk detail pembayaran dengan dalih mengaktifkan “uji coba gratis”. Di titik ini, risiko membengkak: data dapat disalahgunakan, kredensial akun bisa dicuri—terutama bila pengguna memakai ulang kata sandi yang sama di berbagai layanan—hingga memicu kerugian finansial. 

Kaspersky menegaskan pola ini bukan insiden tunggal. Pelaku biasanya memanfaatkan gelombang pencarian besar saat film populer tayang perdana karena tingkat rasa penasaran publik sedang tinggi, sementara sebagian orang tergoda mencari akses cepat di luar jalur resmi. Olga Altukhova, analis konten web senior di Kaspersky, mengingatkan agar pengguna tidak mudah percaya pada situs yang meminta data pribadi atau pembayaran, dan menonton film hanya dari layanan resmi. “Para penjahat siber secara konsisten memanfaatkan pemutaran perdana film-film besar,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip media. 

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, Kaspersky menyarankan publik lebih disiplin memeriksa rute resmi penayangan film—apakah masih di bioskop atau sudah masuk platform streaming legal—sebelum percaya pada klaim “gratis” di sebuah tautan. Pengguna juga diminta mengecek keaslian situs, termasuk format URL dan ejaan nama perusahaan, serta menghindari link yang menjanjikan penayangan lebih awal. Selain itu, penggunaan solusi keamanan yang kredibel dinilai penting untuk memblokir situs phishing dan lampiran berbahaya. 

Berita Terkait