TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — ASML mengonfirmasi bahwa peralatan litografi generasi terbaru High‑NA EUV akhirnya mencapai kesiapan produksi setelah memproses lebih dari 500.000 wafer dan mencatat uptime sekitar 80%, sebuah tonggak yang menandai dimulainya era baru dalam pembuatan chip berperforma ekstrem. Pernyataan itu disampaikan menjelang konferensi teknis di San Jose dan langsung mengguncang industri semikonduktor global, mengingat mesin ini menjadi kunci untuk memproduksi chip sub‑2nm yang dibutuhkan untuk komputasi AI generasi berikutnya.
“Saya pikir itu pada titik penting untuk melihat jumlah siklus pembelajaran yang telah terjadi,” ujar Marco Pieters, CTO ASML, yang menegaskan bahwa kesiapan teknis bukan berarti integrasi manufaktur akan terjadi seketika.
Mesin High‑NA EUV ini dibanderol sekitar US$400 juta per unit—setara hampir Rp6,3 triliun—atau dua kali lipat dari generasi EUV sebelumnya. Dengan numerical aperture yang lebih tinggi, alat ini mampu menggandakan resolusi pemrosesan litografi dan memangkas beberapa tahapan patterning konvensional menjadi satu kali pemaparan, menjadikannya perangkat paling mahal sekaligus paling strategis dalam perlombaan teknologi chip.
“Pembuat chip memiliki semua pengetahuan untuk memenuhi syarat alat-alat ini,” tambah Pieters, sembari memperingatkan bahwa integrasi penuh ke lini produksi kemungkinan baru tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Di sisi adopsi, Intel menjadi pemain paling agresif. Perusahaan AS itu telah lebih dulu mengintegrasikan High‑NA EUV ke roadmap proses 14A, berharap langkah cepat ini dapat mengembalikan posisi kompetitifnya dalam pasar chip AI yang kini didominasi TSMC. Sebaliknya, TSMC memilih strategi konservatif: perusahaan Taiwan itu menunda penggunaan High‑NA untuk node A14 dan A16, dengan alasan efisiensi Low‑NA EUV masih dapat ditingkatkan tanpa investasi besar pada mesin baru.
Sementara itu, Samsung dan beberapa pemain Asia lain terus mengevaluasi waktu terbaik untuk adopsi, mengingat biaya investasi yang sangat besar dan dinamika permintaan chip AI yang berubah cepat. Namun, dengan kesiapan produksi yang kini dikonfirmasi, tekanan kompetitif dipastikan meningkat—terutama bagi perusahaan yang ingin mempertahankan keunggulan teknologi di bawah 2nm.