TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nvidia resmi menyalip Apple sebagai pelanggan terbesar TSMC pada 2025, menandai pergeseran kekuatan paling dramatis dalam industri semikonduktor selama satu dekade terakhir. Pergeseran ini terungkap setelah laporan keuangan TSMC menunjukkan lonjakan pesanan chip AI yang mendorong Nvidia ke posisi puncak, sementara Apple—yang memegang gelar pelanggan nomor satu sejak 2014—turun ke peringkat kedua.
Nvidia tercatat menyumbang NT$726,97 miliar (US$23,4 miliar) atau 19% dari total pendapatan TSMC pada 2025, lebih dari dua kali lipat kontribusinya pada tahun sebelumnya. Angka ini melampaui Apple yang hanya menyumbang 17%, meski tetap mencatat pertumbuhan tipis dari tahun sebelumnya. Lonjakan permintaan chip pusat data dan akselerator AI menjadi pendorong utama perubahan ini, seiring perusahaan global berlomba membangun infrastruktur komputasi generatif.
Dalam sebuah podcast, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan perubahan posisi ini, menyebut bahwa TSMC—yang selama ini menjadi mitra manufaktur utama Nvidia—memang melihat lonjakan permintaan dari sektor AI.
“Morris Chang akan senang mengetahui bahwa Nvidia kini menjadi pelanggan terbesar TSMC,” ujar Huang, merujuk pada pendiri TSMC.
Apple, yang selama bertahun‑tahun mengandalkan TSMC untuk memproduksi chip A‑series dan M‑series, kini menghadapi dinamika baru. Pergeseran ini mencerminkan perubahan fundamental pasar: konsumen mungkin masih membeli iPhone setiap tahun, tetapi dunia kini mengalirkan miliaran dolar ke pusat data AI yang membutuhkan chip jauh lebih kompleks dan mahal.
Para analis memperkirakan dominasi Nvidia di TSMC akan terus berlanjut, terutama karena perusahaan tersebut sudah mengamankan kapasitas produksi untuk node 3nm dan 2nm generasi berikutnya. Dengan pesanan AI yang terus meningkat, Nvidia diprediksi tetap menjadi pelanggan terbesar TSMC pada 2026, sementara Apple harus menavigasi ulang strategi pasokan chipnya di tengah kompetisi kapasitas manufaktur yang semakin ketat.