TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Arduino, anak perusahaan Qualcomm, resmi mengumumkan papan komputasi terbaru bernama Ventuno Q menjelang perhelatan Embedded World — sebuah platform edge AI yang dirancang khusus bagi para pengembang yang ingin membangun sistem robotika otonom dan perangkat cerdas tanpa bergantung pada koneksi cloud. Pengumuman ini menandai lompatan besar dari lini UNO Q sebelumnya, sekaligus merayakan tonggak 21 tahun berdirinya Arduino — di mana nama “Ventuno” sendiri berarti dua puluh satu dalam bahasa Italia.
Ventuno Q mengusung arsitektur dual-brain yang memadukan prosesor Qualcomm Dragonwing IQ8 Series untuk beban kerja AI berat, dengan akselerasi NPU yang mampu menembus 40 TOPS, sekaligus mikrokontroler STM32H5 khusus untuk kendali motor dan aktuasi dengan latensi sangat rendah dalam satu papan tunggal. Desain dua otak ini memungkinkan sebuah mesin tidak sekadar “berpikir”, melainkan benar-benar bergerak dan bereaksi terhadap dunia fisik secara bersamaan — sesuatu yang selama ini hanya bisa dilakukan dengan menggabungkan beberapa papan terpisah.
Prosesor Dragonwing IQ8 pada board ini menanamkan CPU 8-core ARM Cortex, GPU Adreno 623, serta Hexagon Tensor NPU yang sanggup mendorong performa inferensi hingga 40 TOPS, dilengkapi RAM LPDDR5 sebesar 16 GB dan penyimpanan eMMC 64 GB dengan slot ekspansi M.2 NVMe Gen.4. Spesifikasi ini menempatkan Ventuno Q jauh di atas kategori board maker biasa, dan lebih tepat disebut sebagai komputer edge AI berperforma tinggi yang masih mempertahankan DNA ekosistem Arduino.
“Dengan Ventuno Q, AI akhirnya bisa berpindah dari cloud ke dunia fisik. Platform ini memungkinkan siapa saja membangun mesin yang bisa memahami, mengambil keputusan, dan bertindak — semuanya dalam satu papan,” kata Fabio Violante, VP & GM Arduino, Qualcomm Technologies, Inc.
“Ventuno Q mencerminkan komitmen bersama kami untuk membuat edge AI semakin powerful sekaligus semakin mudah diakses,” ujar Nakul Duggal, EVP dan Group GM untuk Automotive, Industrial and Embedded IoT di Qualcomm Technologies. “Dengan menyatukan ekosistem pengembang Arduino bersama kekuatan prosesor Dragonwing, kami membawa edge AI canggih ke jutaan developer di seluruh dunia.”
Dari sisi perangkat lunak, Ventuno Q hadir terintegrasi dengan lingkungan Arduino App Lab yang menyatukan pengalaman pengembangan lintas Arduino sketches, Python scripts, dan AI flows, lengkap dengan dukungan model AI siap pakai dari Qualcomm AI Hub dan Edge Impulse — mulai dari LLM lokal, VLM, pengenalan suara otomatis, text-to-speech, estimasi gestur dan pose, hingga pelacakan objek secara penuh offline. Ini berarti developer dapat membangun asisten suara cerdas, robot otonom, atau kios layanan publik yang beroperasi tanpa koneksi internet sama sekali.
Untuk konektivitas, board ini membawa Wi-Fi 6 tri-band, Bluetooth 5.3, Ethernet 2.5 Gb, USB-C, dua port USB 3.0 Type-A, HDMI, antarmuka kamera MIPI-CSI ganda, serta dukungan industrial I/O lengkap termasuk CAN-FD, PWM, dan GPIO berkecepatan tinggi — menjadikannya platform yang serius untuk transisi dari prototipe ke produksi. Selain itu, Ventuno Q mendukung alur kerja ROS 2 secara native, mempermudah pengembangan robotika tingkat lanjut dari hari pertama.
Kompatibilitas hardware Ventuno Q mencakup UNO shields dan carriers, node Arduino Modulino, sensor Qwiic, hingga Raspberry Pi Hats — menjadikannya salah satu ekosistem edge AI paling fleksibel yang pernah ada untuk para pengembang.
Arduino Ventuno Q dijadwalkan tersedia pada kuartal kedua 2026 melalui Arduino Store dan sejumlah distributor resmi seperti DigiKey, Farnell, Mouser, dan RS, dengan banderol harga di bawah $300 atau sekitar Rp4,9 juta. Dengan harga tersebut, Arduino memposisikan Ventuno Q sebagai gerbang masuk paling terjangkau menuju era physical AI — di mana kecerdasan buatan tidak lagi terkurung dalam server data center, melainkan bergerak, merespons, dan bertindak langsung di dunia nyata.