TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Indonesia mempertegas posisi kecerdasan artifisial (AI) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi digital sekaligus fondasi layanan publik saat Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria tampil dalam AI Impact Summit 2026 di New Delhi. Dalam forum internasional tersebut, pemerintah mendorong pendekatan AI sebagai “public good” untuk menjangkau sektor kesehatan dan pendidikan di wilayah kepulauan, di tengah tingkat adopsi AI nasional yang telah mencapai 92 persen dan penetrasi internet lebih dari 230 juta pengguna. Laporan berbagai lembaga global juga menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan proyeksi nilai ekonomi digital menembus US$130 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
“Transformasi digital tidak cukup berhenti pada penyediaan infrastruktur. Yang dibutuhkan adalah akses yang bermakna,” ujar Nezar Patria dalam AI Impact Summit 2026, dikutip dari Antaranews.
Momentum tersebut terjadi ketika ekonomi digital Indonesia masih berada dalam fase ekspansi agresif. Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa nilai gross merchandise value (GMV) Indonesia hampir mencapai US$100 miliar pada 2025, dengan AI diposisikan sebagai katalis utama gelombang pertumbuhan berikutnya yang akan mendorong efisiensi dan inovasi lintas sektor, mulai dari fintech hingga layanan publik digital.
“Memanfaatkan AI sebagai katalis dampak,” sebagaimana disebut dalam laporan e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company.
Jika mengacu pada proyeksi US$130 miliar, nilai tersebut setara sekitar Rp2.211 triliun dengan asumsi kurs JISDOR Bank Indonesia per 8 April 2026 di level Rp17.009 per dolar AS. Angka ini menegaskan skala ekonomi digital Indonesia yang semakin strategis di tengah dinamika nilai tukar, di mana rupiah sempat melemah hingga kisaran Rp17.090 per dolar sebelum intervensi stabilisasi dilakukan oleh Bank Indonesia, menjadikan faktor makroekonomi sebagai variabel penting dalam mempertahankan momentum pertumbuhan digital nasional.