26 December 2025, 13:45

7 Spot Paling Diburu Buat Malam Tahun Baru di Jogja: Dari Malioboro Sampai Prambanan yang Tahun Ini Tanpa Kembang Api

Malam pergantian tahun selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang: hitung mundur, kembang api, kulineran, sampai nongkrong bareng teman dan keluarga.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
2,312
7 Spot Paling Diburu Buat Malam Tahun Baru di Jogja: Dari Malioboro Sampai Prambanan yang Tahun Ini Tanpa Kembang Api
Salah satu destinasi wisata favorit di Yogyakarta, Tebing Batu Breksi. (Detikcom/Bagus Kurniawan)

YOGYAKARTA,Perspektif.co.id - Malam pergantian tahun selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang: hitung mundur, kembang api, kulineran, sampai nongkrong bareng teman dan keluarga. Menjelang malam 31 Desember 2025 menuju 1 Januari 2026, Yogyakarta kembali jadi salah satu kota tujuan favorit karena punya pilihan suasana yang komplet—mulai dari pusat kota yang riuh hingga titik-titik perbukitan yang menawarkan lanskap dari ketinggian. 

Buat wisatawan yang sudah mengunci rencana merayakan malam Tahun Baru di Jogja, ada sejumlah lokasi yang hampir selalu jadi “magnet massa”. Karakternya pun beda-beda: ada yang cocok buat pemburu keramaian, ada yang pas untuk yang pengin suasana lebih santai, sampai yang memilih perayaan bernuansa reflektif.

1 . Alun-Alun Kidul Yogyakarta (Alkid) kerap jadi pilihan utama karena areanya luas, terbuka, dan relatif fleksibel menampung kerumunan. Di malam pergantian tahun, Alkid biasanya hidup dengan hiburan rakyat—dari kereta hias hingga jajanan kaki lima—yang bikin suasana terasa “Jogja banget”. Saat detik-detik menuju tengah malam, langit di kawasan ini kerap dihiasi warna-warni kembang api dari berbagai arah, membuat banyak orang bertahan menunggu momen puncak sambil lesehan.

2 . Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja hampir selalu masuk daftar. Titik ini bukan cuma simbol sejarah, tapi juga lokasi favorit buat menunggu hitung mundur karena visualnya kuat: pendar cahaya kembang api dengan latar tugu yang khas jadi incaran foto. Karena itu, keramaian biasanya cepat terbentuk—datang lebih awal dan patuhi arahan petugas jadi kunci agar tetap aman dan tertib.

3 . Titik Nol Kilometer menawarkan suasana yang berbeda: ada nuansa klasik karena dikelilingi bangunan bergaya kolonial, sekaligus vibe jalanan yang cair karena sering menjadi titik temu komunitas, musisi jalanan, hingga pelancong. Pada malam Tahun Baru, area ini umumnya menjadi ruang publik yang “hidup”—bukan hanya karena kembang api, tetapi juga karena hiburan spontan yang tercipta dari interaksi orang-orang di pusat kota.

4 . Kawasan Malioboro juga nyaris tak pernah absen sebagai jantung perayaan. Jalan legendaris ini pada momen akhir tahun biasanya berubah menjadi panggung pesta rakyat: orang berjalan kaki, berburu kuliner, belanja oleh-oleh, sampai sekadar berburu spot foto. Buat sebagian wisatawan, euforia Malioboro memberi sensasi merayakan tahun baru “bareng-bareng” di tengah denyut kota.

5 . Bukit Bintang kerap jadi opsi favorit. Lokasinya berada di perbatasan Bantul dan Gunungkidul, terkenal dengan panorama lampu kota dari ketinggian. Banyak pengunjung memilih singgah lebih awal untuk menikmati suasana dingin malam sambil ngemil jagung bakar atau minuman hangat di warung-warung pinggir tebing, lalu menunggu pergantian tahun dengan pemandangan yang lebih lapang.

6 . Tebing Breksi, kawasan bekas penambangan yang kini dikenal sebagai spot wisata dengan lanskap unik. Dari titik-titik tertentu, pengunjung bisa melihat bentang kota dan area sekitarnya dari ketinggian. Di momen tertentu, kawasan ini juga kerap menghadirkan hiburan musik dan seni, sehingga atmosfer perayaan terasa lebih “terkonsep” dan artistik. 

7 . Candi Prambanan menjadi opsi yang berbeda untuk menyambut Tahun Baru 2026. Sejumlah pemberitaan menyebut perayaan akhir tahun di kawasan Prambanan memilih pendekatan lebih reflektif dengan meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan agenda doa bersama serta penggalangan donasi kemanusiaan.

Berita Terkait