TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Korea kembali mengguncang peta persaingan 6G setelah peneliti ETRI berhasil menguji komunikasi terintegrasi antara jaringan darat dan satelit dalam penerbangan UAM antarkota, sebuah demonstrasi yang menandai langkah besar menuju infrastruktur 6G berbasis space‑satellite yang benar‑benar global. Uji coba ini memperlihatkan bagaimana kendaraan udara mobilitas perkotaan dapat mempertahankan koneksi real‑time tanpa jeda saat berpindah dari sinyal terestrial ke satelit, sebuah kemampuan yang selama ini menjadi titik lemah jaringan 5G.
“Komunikasi hiper-ruang sejati akan menghapus batas antara Bumi dan langit,” ujar Yong Soon Back, Senior VP ETRI.
Teknologi yang diuji mencakup terminal terintegrasi, base station darat dan satelit, serta core 6G yang mampu melakukan dual steering—memilih jalur sinyal paling stabil secara otomatis. Dalam penerbangan uji, sistem ini mempertahankan koneksi tanpa putus meski kendaraan bergerak cepat di antara kota dan area dengan cakupan darat yang terbatas. Visualisasi berbasis CG dan data nyata memperlihatkan bagaimana sinyal bergeser dinamis antara tower dan satelit, sementara simulator Keysight meniru kondisi kanal nirkabel kompleks yang akan dihadapi UAM dan kapal otonom di dunia nyata.
“Demonstrasi ini dengan kuat membangun kepemimpinan teknologi kami,” tambah Back, menegaskan ambisi Korea untuk memimpin standar global 6G melalui kontribusi pada 3GPP, Open RAN, serta puluhan paten yang telah diajukan.
Keberhasilan ini bukan sekadar peningkatan kecepatan, tetapi fondasi untuk jaringan 6G yang menyatukan darat‑udara‑angkasa dalam satu lapisan konektivitas. Infrastruktur satelit diproyeksikan menjadi tulang punggung komunikasi untuk UAM, drone industri, kapal otonom, hingga operasi darurat di wilayah tanpa infrastruktur darat. Dengan kemampuan mempertahankan koneksi di area terpencil, teknologi ini membuka jalan bagi layanan transportasi udara komersial, navigasi laut otonom, dan sistem pertahanan generasi baru yang membutuhkan latensi rendah dan stabilitas ekstrem.
“Komunikasi hiper-ruang akan terwujud, menghancurkan batas antara bumi dan langit dan menghubungkan kapan saja, di mana saja,” kata Back dalam pernyataan lanjutan yang menegaskan visi 6G sebagai jaringan tanpa zona mati.
Dengan 14 publikasi ilmiah, 48 paten, dan 43 kontribusi standar internasional, ETRI kini berada di garis depan perlombaan global menuju 6G. Demonstrasi ini juga memperkuat urgensi pembangunan pavilion khusus space communication dalam ekosistem 6G, yang akan menjadi pusat riset dan kolaborasi untuk teknologi satelit berperforma tinggi—mulai dari antena adaptif, orbit LEO, hingga integrasi jaringan non‑terestrial untuk mobilitas masa depan.