10 December 2025, 14:33

Terkuak! 7 Jenazah Baru Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Berhasil Diidentifikasi, Total 10 Korban Terkonfirmasi

Dengan tambahan ini, total sudah 10 jenazah korban yang berhasil dikenali dan dikonfirmasi identitasnya.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,265
Terkuak! 7 Jenazah Baru Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Berhasil Diidentifikasi, Total 10 Korban Terkonfirmasi
Tim forensik di kepolisian memeriksa bangunan gedung Terra Drone di Jakarta Pusat yang terbakar. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

JAKARTA,Perspektif.co.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati kembali mengumumkan keberhasilan identifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dengan tambahan ini, total sudah 10 jenazah korban yang berhasil dikenali dan dikonfirmasi identitasnya. Sebelumnya, pada Selasa (9/12) malam, tiga korban telah lebih dahulu teridentifikasi.

 “Pagi ini kembali kita laksanakan rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan tujuh jenazah telah kembali kami identifikasi. Jadi totalnya tadi malam sama hari ini ada 10 jenazah,” ujar Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru kepada wartawan, Rabu (10/12). 

Prima menjelaskan, hingga hari ini tim DVI RS Polri telah memeriksa 20 kantong jenazah yang masuk pascakebakaran hebat di gedung tersebut. Di sisi lain, pihaknya juga telah menerima laporan dan data antemortem dari 22 keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden itu. Data forensik dan antemortem tersebut kemudian dicocokkan secara sistematis untuk memastikan identitas setiap korban sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Dari hasil rekonsiliasi terbaru, tujuh jenazah yang berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut: 

1) Pariyem, perempuan, 31 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis; 

2) Ninda Tan, perempuan, 32 tahun, teridentifikasi dari sidik jari, catatan medis, dan properti;

3) Muhammad Ariel Budiman, laki-laki, 24 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan properti; 

4) Mochamad Apriyana, laki-laki, 40 tahun, terkonfirmasi dari sidik jari, data medis, dan properti; 

5) Della Yohana Simanjuntak, perempuan, 22 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, rekam gigi, data medis, dan properti; 

6) Nazaellya Tsabita Nurazisha, perempuan, 27 tahun, terkonfirmasi lewat sidik jari, gigi, medis, dan properti; 

7) Athiniyah Isnaini Rasyidah, perempuan, 18 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari, data medis serta properti yang melekat.

Sebelumnya, tiga korban yang telah lebih dulu teridentifikasi pada Selasa (9/12) adalah: 

1) Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti; 

2) Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun, terkonfirmasi dari sidik jari, rekam gigi, data medis, dan properti; 

3) Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun, teridentifikasi dengan kombinasi sidik jari, rekam gigi, data medis, dan properti pribadi.

 Proses identifikasi ini menegaskan penggunaan berbagai metode ilmiah, mulai dari sidik jari, catatan medis, rekam gigi, hingga pencocokan properti, untuk memastikan keakuratan identitas korban sebelum dilakukan penyerahan jenazah. Di tengah proses identifikasi yang terus berjalan, penyelidikan penyebab kebakaran di Gedung Terra Drone juga masih dilakukan aparat kepolisian dan tim laboratorium forensik. Kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/12) siang itu diduga bermula dari insiden baterai drone yang terbakar di lantai satu gedung. 

“Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim labfor masih bekerja,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan. 

Ia menegaskan, keterangan sementara tersebut masih harus diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan teknis dan analisis laboratorium forensik sebelum disimpulkan sebagai penyebab final. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat total 76 orang menjadi korban dalam kebakaran Gedung Terra Drone. Dari jumlah tersebut, 54 orang dinyatakan selamat, sementara 22 orang meninggal dunia. Angka 22 korban jiwa inilah yang menjadi dasar jumlah kantong jenazah yang kemudian dievakuasi dan diperiksa di RS Polri.

 Dengan telah dikenalnya 10 korban sejauh ini, proses identifikasi masih akan terus dilanjutkan hingga seluruh jenazah terkonfirmasi dan dapat dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Bagi keluarga korban, kepastian identitas menjadi tahapan krusial untuk proses pemakaman dan dukungan psikologis pascatragedi. Di sisi lain, hasil akhir investigasi penyebab kebakaran diharapkan dapat menjadi landasan evaluasi serius terhadap standar keselamatan kerja dan penanganan bahan berisiko tinggi seperti baterai berkapasitas besar di lingkungan perkantoran dan industri teknologi.

Berita Terkait