Perspektif.co.id - Polisi akhirnya menangkap terduga pelaku pembunuhan anak seorang politikus PKS di Cilegon, Banten. Sosok pria dewasa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut kini telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum, setelah penyelidikan berjalan sejak insiden terjadi pada pertengahan Desember 2025.
Dari foto yang beredar dan diterima sejumlah media, terduga pelaku terlihat mengenakan kaus serta celana panjang berwarna hitam. Kedua tangannya tampak diikat menggunakan tali kabel plastik (cable ties). Dalam dokumentasi lain, pria tersebut terlihat berada di atas kendaraan polisi dengan pengawalan aparat bersenjata, yang diduga merupakan momen saat pelaku baru diamankan.
Meski penangkapan telah dilakukan, kepolisian belum membuka identitas lengkap terduga pelaku maupun motif di balik pembunuhan tersebut. Aparat juga belum memaparkan detail kronologi penangkapan, termasuk hasil pemeriksaan awal terhadap terduga pelaku. Penjelasan lebih lanjut disebut akan disampaikan melalui konferensi pers yang dipimpin Kapolda Banten Irjen Hengki.
“Alhamdulillah. Nanti nunggu press con (konferensi pers) dari Kapolda ya,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan saat dikonfirmasi, Jumat (2/1).
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian karena korban adalah bocah berusia 9 tahun, anak dari politikus PKS di Cilegon bernama Maman Suherman. Korban ditemukan tewas di rumah keluarga yang berada di kawasan perumahan BBS 3, Kota Cilegon, pada 16 Desember 2025. Polisi menyebut korban mengalami total 19 luka di tubuhnya yang diduga berasal dari senjata tajam dan benda tumpul.
Pengungkapan perkara ini sempat menemui kendala karena kondisi di lokasi kejadian yang dinilai tidak mendukung upaya pelacakan awal. Salah satu hambatan yang disebut adalah kamera pengawas (CCTV) yang dilaporkan sudah tidak berfungsi sejak 2023. Selain itu, tidak adanya petugas keamanan di lingkungan rumah turut membuat penyidik kesulitan menelusuri jejak kejadian dari rekaman maupun pengamatan setempat.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak, mulai dari keluarga korban hingga lingkungan sekitar. Informasi terakhir menyebutkan kepolisian telah memeriksa total 18 saksi untuk menggali petunjuk yang relevan, sebelum akhirnya menangkap terduga pelaku.
Dengan penangkapan ini, publik kini menanti penjelasan resmi kepolisian mengenai identitas, motif, serta rangkaian peristiwa yang mengarah pada penetapan terduga pelaku. Polisi menegaskan proses pendalaman masih berjalan dan hasil pemeriksaan akan disampaikan dalam waktu dekat melalui paparan resmi Polda Banten.