TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Salesforce secara bersamaan menggulirkan solusi kecerdasan buatan kelas korporasi di Indonesia dalam pekan terakhir April 2026, menandai babak baru persaingan platform AI bisnis di Tanah Air. Telkom resmi meluncurkan Agentic AI by BigBox pada 23 April 2026 dalam agenda ITD Summit di Bandung, dengan Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi sebagai tokoh sentral peluncuran, didampingi EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa. Momentum ini tidak berdiri sendiri — sehari kemudian, Salesforce menggelar Agentforce World Tour Jakarta pada 24 April 2026 yang dihadiri lebih dari 800 pelanggan dan mitra, memperkenalkan platform Agentforce sebagai sistem operasi lengkap untuk Agentic Enterprise di pasar Indonesia.
Berbeda dari pemanfaatan AI konvensional yang umumnya berhenti pada pemberian rekomendasi atau insight, Agentic AI by BigBox dirancang untuk melangkah lebih jauh — platform itu mampu mengeksekusi tindakan, baik secara semiotomatis maupun otomatis, sesuai kebutuhan organisasi, sekaligus mendukung orkestrasi alur kerja lintas sistem, integrasi data, dan kapabilitas AI secara end-to-end pada skala enterprise. Konsep inilah yang oleh para analis teknologi global disebut sebagai pergeseran dari sekadar “AI asisten” menuju “AI sebagai anggota tim” yang bekerja mandiri tanpa menunggu perintah eksplisit dari pengguna.
“Telkom Agentic AI kami rancang bukan hanya sebagai tools AI, tetapi sebagai digital platform yang mampu bekerja dan mengeksekusi. Ini adalah langkah kami untuk mendorong organisasi menjadi lebih cepat, lebih terintegrasi, dan lebih adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis digital,” ujar Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi dalam rilis resmi perusahaan yang diterima Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI yang lebih inklusif, Telkom turut memperkenalkan AgentLab, platform berbasis drag-and-drop yang memungkinkan berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, SDM, hingga legal untuk merancang kebutuhan Agentic AI secara lebih mudah tanpa memerlukan keahlian teknis mendalam. Langkah ini mencerminkan strategi demokratisasi AI korporasi yang juga tengah dikejar oleh pemain global seperti Microsoft dan Google — memastikan teknologi agen otonom tidak hanya dapat diakses oleh tim engineer, tetapi juga oleh unit bisnis non-teknis.
Pada lingkup internal TelkomGroup, pemanfaatan Agentic AI diarahkan untuk mendukung konsolidasi dan integrasi sistem IT lintas entitas, optimalisasi biaya operasional dan investasi, percepatan pengambilan keputusan berbasis data, serta otomasi proses bisnis strategis. Sementara bagi pelanggan enterprise dan B2B, solusi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan customer experience, mengotomasi layanan dan operasional, menghadirkan advanced analytics, predictive decision, hingga integrasi lintas platform.
Di sisi lain, Salesforce membawa perspektif berbeda ke meja negosiasi korporasi Indonesia. Riset terbaru Salesforce yang disusun YouGov pada Februari–Maret 2026 terhadap 1.002 responden knowledge worker di Indonesia mengungkap bahwa 68% dari mereka menyatakan penggunaan AI dalam kehidupan pribadi meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengadopsi AI di tempat kerja — angka yang jauh melampaui dorongan dari mandat perusahaan. Temuan ini menjadi landasan argumentasi Salesforce bahwa adopsi AI korporasi di Indonesia justru bersumber dari bawah ke atas, bukan sebaliknya.
“Studi kami menunjukkan bahwa pekerja Indonesia siap berkolaborasi dengan AI dan semakin berharap agen AI dapat mengotomatisasi dan meningkatkan pekerjaan mereka. Langkah berikutnya adalah AI fluency, memungkinkan individu dan organisasi mendesain ulang cara kerja dan bergerak menuju Agentic Enterprise,” kata Country Leader dan Presiden Direktur Salesforce Indonesia Andreas Diantoro dalam keterangan di Jakarta, sebagaimana dikutip Jakartamu.com, Kamis (23/4/2026).
Meski demikian, riset Salesforce juga mengungkap kesenjangan yang mengkhawatirkan: dari kelompok pekerja yang antusias terhadap AI, baru sekitar 33 persen yang mengaku telah memperoleh pelatihan atau dukungan resmi dari perusahaan. Kondisi ini mendorong munculnya fenomena shadow AI, yakni penggunaan alat AI pihak ketiga tanpa pengawasan perusahaan, karena kebutuhan pekerja untuk meningkatkan produktivitas tidak diimbangi ketersediaan perangkat AI terintegrasi di lingkungan kerja.
Tren ini sejalan dengan peta persaingan global yang semakin panas. Dalam Google Cloud Next 2026, perusahaan mengungkap bahwa hampir 75% pelanggan Google Cloud sudah memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung bisnis, termasuk perusahaan di Asia Tenggara seperti CIMB Niaga, DBS, dan Emtek Group, serta brand global seperti NASA, McDonald’s, dan Unilever. Google sendiri memperkenalkan Gemini Enterprise Agent Platform sebagai pusat kendali untuk membantu organisasi mengelola ribuan agen AI dalam skala besar — sebuah pendekatan yang secara langsung berhadapan dengan posisi Salesforce Agentforce dan Agentic AI by BigBox milik Telkom.
Firma konsultasi PwC dalam laporan prediksi AI 2026 menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan terdepan dalam adopsi AI akan beralih dari pendekatan eksploratif menuju strategi terpusat yang digerakkan dari puncak kepemimpinan, di mana setiap investasi AI harus menghasilkan dampak bisnis terukur — baik secara finansial, operasional, maupun kepercayaan tenaga kerja. Tanpa kerangka tata kelola yang kuat, gelombang agentic AI justru berisiko menciptakan kompleksitas baru alih-alih efisiensi.
Para CIO di level global pun mulai bergeser dari fase eksplorasi massal ke seleksi ketat. Mereka akan menguji setiap use case agentic AI dari sisi kelayakan ekonomi, kesiapan operasional, risiko, dan tata kelola — terlebih di tengah regulasi AI global yang belum seragam, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam investasi kepatuhan. Di Indonesia, pertaruhan ini semakin strategis karena Telkom memposisikan Agentic AI by BigBox tidak sekadar sebagai produk internal, tetapi sebagai katalisator transformasi digital nasional yang menjangkau seluruh ekosistem industri B2B di Nusantara.
EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa menegaskan bahwa peluncuran Agentic AI oleh BigBox adalah wujud nyata dari keyakinan perusahaan terhadap masa depan kolaborasi antara manusia dan teknologi. Dengan jangkauan infrastruktur terluas dan dukungan talenta digital terbaik, TelkomGroup siap menghadirkan solusi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu memberikan hasil terukur bagi efisiensi bisnis di seluruh penjuru Indonesia.