TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic resmi beroperasi sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan layanan fiber to the home (FTTH) terintegrasi pada Kamis, 23 April 2026. Langkah konsolidasi besar-besaran ini menandai babak baru industri internet di Indonesia setelah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) secara resmi menggabungkan usaha dengan PT Eka Mas Republik (MyRepublic) setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Maret 2026, dengan efektivitas merger pada 22 April 2026 setelah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum. Merger ini bukan sekadar perubahan nama korporasi, melainkan konsolidasi infrastruktur dan basis pelanggan yang langsung mengubah peta persaingan layanan internet nasional secara fundamental.
Dalam transaksi ini ditetapkan rasio konversi 1 saham EMR menjadi 7.703,807548 saham MORA, dengan dampak langsung berupa dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama Moratelindo sekitar 50,50%. Struktur pengendalian perusahaan juga berubah dari sebelumnya PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama sebagai pemegang kendali baru. Persetujuan merger dilakukan secara menyeluruh oleh pemegang saham dengan tingkat kehadiran 19.062.011.481 saham atau 80,61% dari total saham, di mana seluruh agenda utama disetujui tanpa penolakan signifikan. Susunan pengurus baru perusahaan menempatkan M. Arsjad Rasjid sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, dengan Timotius Max Sulaiman sebagai Direktur Utama perusahaan gabungan.
Moratelindo dikenal sebagai penyedia akses jaringan (NAP) dan internet service provider (ISP) yang telah beroperasi sejak tahun 2000, sekaligus menjadi salah satu penyedia jaringan tulang punggung fiber optik terbesar di Indonesia. Per September 2025, Moratelindo memiliki lebih dari 57.000 kilometer jaringan serat optik, enam pusat data berkapasitas 3,3 megawatt, lebih dari 16.800 pelanggan enterprise, hampir 1 juta homepass, serta lebih dari 296.000 pelanggan ritel. Di sisi lain, MyRepublic Indonesia per September 2025 melayani lebih dari 1,52 juta pengguna akhir dengan layanan internet berkecepatan hingga 1 Gbps, dengan jaringan yang membentang lebih dari 58.000 kilometer kabel fiber optik dan mencakup lebih dari 8,7 juta homepass di seluruh Indonesia.
“Dengan resminya MoraRepublic, kami membawa visi lebih besar untuk menghadirkan konektivitas yang cepat, stabil, dan menjangkau lebih luas. Kami ingin memastikan bahwa MoraRepublic mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Timotius Max Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic, dalam keterangan pers resmi perusahaan, Kamis (23/4/2026).
Secara finansial, Moratelindo menunjukkan fundamental yang kokoh menjelang merger, dengan pendapatan sebesar Rp2,8 triliun dan laba bersih Rp245,7 miliar hingga September 2025. Total aset tercatat sebesar Rp14,46 triliun dengan ekuitas Rp7,64 triliun, margin laba bersih di kisaran 8,75%, dan return on equity sebesar 4,29%. Fondasi keuangan yang solid ini menjadi modal utama MoraRepublic untuk mendanai ekspansi infrastruktur secara agresif pasca-konsolidasi, di tengah meningkatnya kebutuhan data masyarakat Indonesia yang terus melesat setiap tahunnya.
“MoraRepublic adalah langkah penting kami untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia,” ujar L. Krisnan Cahya, Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), selaku perusahaan induk MoraRepublic, dalam keterangan pers resmi, Kamis (23/4/2026).
Sebagai anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, MoraRepublic juga menjadi bagian dari ekosistem Sinar Mas dalam mendukung transformasi digital nasional. Proses penggabungan ini didukung oleh Redpeak Advisers sebagai penasihat keuangan eksklusif, serta BNI Sekuritas dan Makes & Partners. Seiring penggabungan tersebut, pelanggan tetap dapat menikmati layanan Moratelindo, MyRepublic, dan Oxygen.id secara berkesinambungan tanpa gangguan selama masa transisi integrasi berlangsung.
“Penggabungan ini adalah respons nyata terhadap kebutuhan konektivitas Indonesia yang terus berkembang,” tegas Arsjad Rasjid, Komisaris Utama Independen MoraRepublic, dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Kompas Bisnis, Kamis (23/4/2026). Dewan Komisaris berkomitmen memastikan perusahaan dikelola dengan disiplin dan akuntabilitas tinggi agar potensi infrastruktur digital dapat diterjemahkan menjadi dampak terukur bagi industri dan masyarakat.
MyRepublic Indonesia sebelumnya juga telah diakui oleh Ookla, pemimpin global dalam intelijen konektivitas, dengan meraih dua penghargaan dalam Speedtest Awards periode H1 2025, yakni Best Fixed Network dan Best ISP Gaming Experience di Indonesia. MoraRepublic mengusung tagline “Together We Rocketing Towards Infinite Future – Meroket Tanpa Batas” sebagai arah pertumbuhan yang lebih cepat dan terintegrasi. Dengan menggabungkan kekuatan backbone Moratelindo dan penetrasi ritel MyRepublic, entitas baru ini kini menempatkan diri sebagai salah satu raksasa internet rumah dan bisnis yang paling diperhitungkan di Indonesia.