21 November 2025, 15:30

Tangsel Art Festival 2025 Buka Panggung UMKM & Seni di BXc, Dekranasda Janjikan Lonjakan Ekraf

Tangsel memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif—mulai kuliner, kriya, batik, desain grafis, arsitektur, fesyen, musik, hingga tari.

Reporter: Zainur Akbar
Editor: Deden M Rojani
2,250
Tangsel Art Festival 2025 Buka Panggung UMKM & Seni di BXc, Dekranasda Janjikan Lonjakan Ekraf
Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan (Kanan) berswafoto bersama ibu-ibu, Kamis (20/11/2025). / Doc: Humas

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) resmi menghelat Tangsel Art Festival 2025 di Bintaro Jaya Xchange Mall 1, Kamis (20/11/2025). 

Gelaran tahunan yang sebelumnya dikenal sebagai Asmaranala ini menjadi rangkaian peringatan HUT ke-17 Kota Tangsel sekaligus wadah berskala besar bagi pelaku seni dan UMKM untuk memperluas pasar serta memunculkan talenta ekonomi kreatif baru.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menilai penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas dan keluasan subsektor kriya serta seni. 

“Program ini memang untuk membangkitkan ekonomi kreatif ya, seperti bagaimana kita lihat perkembangan ekraf di Tangsel setiap tahun berkembang terus. Bahkan, saya melihat banyak sekali produk-produk baru para pelaku kriya baru dalam satu tahun program,” ujarnya. 

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dekranasda selama setahun terakhir, meliputi pelatihan, bantuan peralatan, hingga pendampingan usaha untuk memperkuat ekosistem kreatif.

Pilar mengungkapkan struktur Dekranasda kini sudah terbentuk hingga tingkat kecamatan, sehingga potensi kriya di tiap wilayah dapat dipetakan dari hulu ke hilir dan diarahkan ke program penguatan kapasitas. 

“Mudah-mudahan ke depan kerjasama dengan dinas terkait dan juga Dekranasda bisa terus diperkuat supaya tangsel bisa berkembang terus industri ekraf,” jelasnya. 

Menurutnya, Tangsel memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif—mulai kuliner, kriya, batik, desain grafis, arsitektur, fesyen, musik, hingga tari—yang seluruhnya dibina secara kontinu agar daya saing produk lokal kian tangguh menghadapi gempuran barang impor, termasuk dari Tiongkok. Pilar pun mengajak warga Tangsel dan pengunjung dari luar daerah untuk hadir dan mendukung karya pelaku kreatif lokal selama festivalis berlangsung.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Tangsel Truetami Ajeng menekankan bahwa Tangsel Art Festival 2025 dirancang sebagai ruang kolaborasi besar lintas pelaku seni dan UMKM dari tujuh kecamatan se-Tangsel. Agenda ini, kata dia, memadukan promosi, jejaring, dan pemantik ide baru untuk memperkuat inovasi daerah. 

“Tentunya yang selalu kita dorong untuk bagaimana caranya (UMKM) bisa mendapatkan keuntungan dengan cara maksimal, dan melalui kegiatan ini kami berharap terdapat peluang promosi produk UMKM secara lebih masif,” tuturnya.

Pengunjung dapat menemukan beragam produk terkurasi, mulai kain dan kriya tangan, aksesori handmade, batik khas Tangsel, fesyen, syal, gelang, kalung, hingga kuliner. Selain pameran, festival juga menyuguhkan pertunjukan musik dan hiburan komunitas untuk menarik minat publik sekaligus menambah eksposur bagi brand lokal. Penyelenggara memastikan seluruh produk telah melewati proses kurasi kualitas agar pengunjung memperoleh karya terbaik dari para kreator.

Tangsel Art Festival 2025 digelar selama empat hari, 20–23 November 2025, terbuka untuk umum di Bintaro Jaya Xchange Mall 1. Pemerintah daerah menargetkan acara ini menjadi penggerak baru geliat ekonomi kreatif Tangsel, memperluas kesempatan komersial pelaku UMKM, dan memperkokoh jejaring kerja sama antarpemangku kepentingan. 

Berita Terkait