TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Samsung Electronics Indonesia secara resmi mendaratkan dua jagoan kelas menengah terbarunya, Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, ke pasar Tanah Air mulai 10 April 2026 setelah sebelumnya diumumkan secara global pada 25 Maret 2026. Seperti terpantau langsung di laman resmi Samsung Indonesia, harga kedua perangkat ini telah terkonfirmasi lengkap jauh sebelum acara peluncuran lokal digelar, sebuah langkah tidak biasa yang langsung menarik perhatian publik.
Berdasarkan Samsung Newsroom Indonesia, keduanya hadir sebagai penerus Galaxy A56 dan A36, membawa paket inovasi yang mencakup kecerdasan buatan, ketangguhan desain, dan komitmen pembaruan perangkat lunak jangka panjang. Galaxy A57 5G menempati posisi paling premium di antara keduanya dengan material rangka aluminium dan desain yang lebih ramping, sementara Galaxy A37 5G mengambil posisi lebih terjangkau dengan bodi polimer yang tetap kompetitif. Peluncuran duo ini semakin menegaskan ambisi Samsung untuk mendominasi segmen menengah Indonesia yang kian diperebutkan oleh merek-merek Cina seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo.
Galaxy A57 5G tampil dengan ketebalan hanya 6,9 mm dan bobot 179 gram berkat rangka metal premium, menjadi yang paling ramping di lini Galaxy A series sepanjang sejarahnya, turun 19 gram sekaligus lebih tipis 0,5 mm dari Galaxy A56 yang menjadi pendahulunya. Sementara itu, Galaxy A37 5G hadir dengan konstruksi plastik berketebalan 7,4 mm dan bobot 196 gram yang tetap terasa kokoh dalam genggaman.
Sebagaimana dikonfirmasi Samsung Newsroom Indonesia, kedua perangkat kini mengadopsi “Ambient Island”—sebuah modul kamera translusen yang memberikan tampilan lebih elegan dan berbeda dari desain kamera konvensional. Keduanya juga telah mendapatkan sertifikasi IP68, artinya tahan terhadap air tawar sedalam 1,5 meter selama 30 menit—sebuah fitur yang sebelumnya lebih sering ditemui di kelas flagship. Layar 6,7 inci Super AMOLED dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 1.900 nits menutup paket desain yang terasa jauh di atas harganya.
Dari sisi performa, Samsung membenamkan chipset Exynos 1680 fabrikasi 4 nm di Galaxy A57 5G, dilengkapi GPU Xclipse 550 dan NPU berkekuatan 19,6 TOPS untuk memproses tugas-tugas AI secara lokal di perangkat dengan efisiensi tinggi. Galaxy A37 5G mengandalkan Exynos 1480—prosesor yang sebelumnya digunakan Galaxy A55—dengan RAM 8 GB dan pilihan penyimpanan 128 GB atau 256 GB tanpa slot microSD.
Sebagaimana dicatat oleh Liputan6 berdasarkan pantauan di situs resmi Samsung Indonesia, Galaxy A57 5G tersedia dalam tiga konfigurasi: 8GB/128GB seharga Rp7.599.000, 8GB/256GB seharga Rp8.299.000, dan 12GB/256GB seharga Rp8.999.000. Galaxy A37 5G ditawarkan dua opsi: 8GB/128GB di harga Rp6.599.000 dan 8GB/256GB Rp7.299.000. Dibandingkan Galaxy A56 yang debutan tahun lalu dengan harga mulai Rp6.199.000, terjadi kenaikan sekitar Rp1 jutaan yang dinilai sejalan dengan tren naiknya harga chip memori secara global.
Sektor kamera menjadi salah satu senjata paling ditonjolkan Samsung untuk memenangkan pasar Indonesia yang dikenal sangat peduli pada kemampuan fotografi ponsel. Berdasarkan Samsung Newsroom Indonesia, keduanya dipersenjatai sistem triple-camera identik: sensor utama 50 MP f/1.8 dengan ukuran 1/1.56 inci, kamera ultra-wide—12 MP pada A57 dan 8 MP pada A37—serta kamera makro 5 MP, semuanya didukung ISP generasi terbaru untuk pemrosesan gambar yang lebih cepat dan akurat.
Fitur Nightography yang disematkan diklaim mampu menghasilkan foto dan video malam hari yang lebih terang, jernih, dan alami tanpa kehilangan detail pada area gelap. Galaxy A37 kini turut menikmati Advanced Portrait berbasis AI—fitur yang tahun lalu hanya tersedia di Galaxy A56—untuk separasi subjek, kulit, dan rambut yang lebih presisi. Galaxy A57 melangkah lebih jauh dengan Shot to Shot untuk penangkapan momen lebih cepat, transisi zoom bebas blur antar lensa, serta mode low-noise eksklusif untuk kondisi minim cahaya.
“Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G memperkuat pengalaman yang diandalkan pengguna setiap hari dengan peningkatan pada performa, kamera, dan layar, serta fitur ketahanan dan keamanan,” demikian pernyataan resmi Samsung Electronics yang dikutip dari Samsung Newsroom Indonesia.
Paket ekosistem perangkat lunak menjadi salah satu kartu truf paling menarik yang ditawarkan Samsung untuk segmen menengah kali ini, dengan jaminan enam generasi pembaruan Android OS dan enam tahun pembaruan keamanan—artinya kedua ponsel ini akan tetap mendapat dukungan hingga sekitar tahun 2032. Keduanya sudah berjalan di Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5 sejak awal, memastikan pengguna menikmati fitur-fitur terkini tanpa perlu menunggu pembaruan.
Fitur “Awesome Intelligence” yang disematkan Samsung mencakup Circle to Search dengan pengenalan multi-objek dari Google, AI Voice Recorder dengan transkripsi dan terjemahan otomatis, AI Select untuk mengekstrak konten dari layar, hingga Object Eraser yang lebih halus untuk menghapus objek tak diinginkan dari foto. Lapisan keamanan diperkuat lewat Knox Vault berbasis hardware yang tahan terhadap manipulasi fisik maupun serangan siber, dilengkapi fitur Private Album, Auto Blocker, Private Sharing, dan Theft Protection.
Baterai 5.000 mAh dengan pengisian Super Fast Charging 2.0 bertenaga 45W—yang diklaim bisa mengisi 60 persen daya dalam 30 menit—melengkapi penawaran yang membuat duo ini menjadi salah satu proposisi nilai terkuat di kelas menengah Indonesia pada 2026.