23 October 2025, 11:20

Ribuan Santri Penuhi Pemkot Tangsel, Pilar: “Kalian Pondasi Bangsa, Bukan Cuma Jadi Ustaz!”

Hari Santri tahun ini tidak hanya menjadi momentum reflektif spiritual, tapi juga ajakan untuk bersatu membangun negeri.

Reporter: Redaksi Perspektif
Editor: Deden M Rojani
3,093
Ribuan Santri Penuhi Pemkot Tangsel, Pilar: “Kalian Pondasi Bangsa, Bukan Cuma Jadi Ustaz!”
Ribuan santri berpakaian putih dan bersarung memenuhi halaman Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan sejak Rabu (22/10/2025). / Doc: Humas Pemkot Tangsel

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id – Ribuan santri berpakaian putih dan bersarung memenuhi halaman Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan sejak Rabu (22/10/2025) pagi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Suasana penuh khidmat tercipta saat lantunan doa dan selawat menggema di udara sejuk, menandai semangat kebersamaan antara para santri dan pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan istigasah bersama para ulama sejak pukul 06.00 WIB, dilanjutkan dengan apel besar yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.

Dalam amanatnya, Pilar menyampaikan bahwa santri bukan sekadar pelajar ilmu agama, namun merupakan aktor utama dalam membangun fondasi moral dan karakter bangsa.

“Santri adalah salah satu pondasi dasar untuk membangun bangsa ini, dimulai dari pondok pesantren,” tegas Pilar di hadapan ribuan peserta apel.

Ia menegaskan bahwa persepsi lama yang membatasi santri hanya sebagai ustaz atau ulama kini harus diubah. Pilar menyebut banyak alumni pesantren yang berhasil meniti karier di berbagai bidang strategis, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga pemerintahan.

“Santri itu aset bangsa. Pendidikan karakter, akhlak, dan keimanan yang mereka peroleh di pesantren adalah modal besar untuk menjadi pemimpin di masa depan,” ungkap Pilar.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, menurut Pilar, terus berkomitmen mendukung kemajuan santri dan lembaga pendidikan pesantren melalui berbagai program prioritas. Di antaranya, beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, hibah pembangunan pondok pesantren, serta pelatihan dan sertifikasi bagi guru-guru agama agar semakin profesional dan sejahtera.

Pilar juga menyoroti keberhasilan acara “Santri Land,” sebuah panggung kreativitas kolaboratif yang menampilkan potensi santri Tangsel di bidang seni, literasi, dan teknologi.

“Kita harus terus beri semangat dan motivasi, supaya santri bukan hanya kuat secara spiritual tapi juga siap bersaing dan memimpin di masa depan,” kata Pilar.

Hari Santri tahun ini tidak hanya menjadi momentum reflektif spiritual, tapi juga ajakan untuk bersatu membangun negeri. Pilar berharap sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan seperti PCNU, MUI, FSPP, dan para pengasuh pondok pesantren dapat melahirkan generasi santri yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing global.***

Berita Terkait