TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Read AI resmi merilis Ada, asisten AI berbasis email yang mereka sebut sebagai digital twin, dan langsung tersedia untuk lebih dari lima juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Peluncuran ini menandai langkah agresif perusahaan dalam memperluas teknologi otomasi kerja yang mampu menangani penjadwalan, merespons email, hingga menarik konteks dari rapat dan dokumen tanpa perlu instalasi tambahan.
“Ketika Anda menambahkan Ada ke alur kerja dan menghubungkan lebih banyak layanan untuk memberi lebih banyak konteks, ia mulai berkembang dan menangani lebih banyak tugas untuk Anda,” ujar CEO Read AI, David Shim.
Dalam implementasinya, pengguna cukup menyertakan alamat ada@read.ai pada percakapan email, dan sistem akan otomatis mengatur jadwal, menawarkan opsi waktu baru jika terjadi benturan kalender, serta menyusun draf balasan yang dapat ditinjau sebelum dikirim. Selain itu, Ada mampu menjawab pertanyaan berbasis basis pengetahuan internal perusahaan, rekaman rapat sebelumnya, hingga pencarian publik di internet.
“Fitur baru ini tidak bergantung pada MCP dan justru membangun knowledge graph dari data rapat serta layanan yang terhubung untuk memberikan jawaban yang lebih kontekstual,” kata Justin Farris, VP Product Read AI.
Read AI menegaskan bahwa Ada tidak akan membocorkan informasi sensitif tanpa izin eksplisit pengguna. Setiap tindakan bersifat transparan dan dapat dikontrol sepenuhnya, termasuk peninjauan draf sebelum dikirim. Perusahaan juga menyebutkan bahwa integrasi dengan Slack dan Microsoft Teams sedang disiapkan, memungkinkan Ada bekerja lintas platform komunikasi kerja.
Shim menambahkan bahwa Read AI kini mencatat 50.000 pendaftaran baru setiap hari, dengan target memperluas basis pengguna menjadi 10 juta. Perusahaan yang telah mengumpulkan pendanaan lebih dari USD 81 juta (sekitar Rp1,27 triliun) itu terus memperluas rangkaian fitur AI, termasuk Search Copilot dan pembaruan otomatis CRM yang diluncurkan tahun lalu.
Dengan kemampuan proaktif seperti menjadwalkan tindak lanjut setelah rapat, mengirim undangan otomatis, hingga menyarankan pembaruan CRM berdasarkan percakapan, Ada diposisikan sebagai asisten kerja yang bukan hanya reaktif, tetapi juga mampu mengambil tindakan tanpa diminta. Pendekatan ini memperkuat ambisi Read AI untuk menjadikan digital twin sebagai standar baru produktivitas profesional.
“Dalam waktu dekat, akses terhadap digital twin akan menjadi hak dasar manusia, setara dengan akses internet,” tegas Shim.