01 January 2026, 17:32

Polisi Pastikan Penyebab Kematian Siswa Smp Korban bullying di Tangsel.

Polres Metro Tangerang Selatan membeberkan hasil penyelidikan terkait meninggalnya siswa SMPN 19 Kota Tangerang Selatan berinisial MH (13)

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,512
Polisi Pastikan Penyebab Kematian Siswa Smp Korban bullying di Tangsel.
Konferensi Pers Polres Tangsel (Dok. Istimewa)

TANGERANG SELATAN,Perspektif.co.id -  Polres Metro Tangerang Selatan membeberkan hasil penyelidikan terkait meninggalnya siswa SMPN 19 Kota Tangerang Selatan berinisial MH (13) yang sebelumnya disebut sempat mengalami perundungan. Polisi menyatakan MH meninggal dunia akibat penyakit tumor pada batang otak, bukan karena tindakan bullying. 

Korban meninggal dunia di RS Fatmawati dengan diagnosa penyakit tumor pada batang otak,” kata Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Kamis (1/1/2026).

Victor menjelaskan, kesimpulan tersebut didapat setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta meminta pendapat ahli, termasuk ahli pidana. Polisi juga memeriksa sejumlah tenaga medis, mulai dari dokter spesialis anak, dokter spesialis mata, dokter spesialis anak neurologi, dokter umum, hingga dokter forensik

Dari rangkaian pemeriksaan dokter, penyidik menemukan fakta medis bahwa korban menderita tumor otak. Kondisi itu, menurut polisi, berdampak pada saraf mata korban. “Hari Kamis, tanggal 13 November 2025, penyelidik melakukan kunjungan ke RS Fatmawati dan hasil MRI korban ditemukan adanya tumor otak kecil sehingga mengakibatkan terjadi gangguan pada saraf mata,” ujar Victor. 

Selanjutnya, penyidik juga mendatangi klinik mata serta dua rumah sakit tempat korban sempat menjalani pemeriksaan medis pada Jumat (14/11/2025). Dari pemeriksaan lanjutan tersebut, polisi menyebut terdapat hasil penunjang seperti CT scan dan rontgen. “Dari hasil pemeriksaan tersebut, didapat hasil CT scan dan rontgen. Kemudian pada Minggu, 16 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia di RS Fatmawati dengan diagnosis penyakit tumor pada batang otak,” jelas Victor. 

Kasus MH sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan korban mengalami perundungan yang disertai kekerasan fisik dan trauma. Dalam keterangan keluarga yang dimuat sebelumnya, korban disebut sempat mengalami penurunan kondisi hingga lemas dan tidak bisa beraktivitas, lalu menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati. 

Kakak korban berinisial R juga menyampaikan dugaan bahwa perundungan sudah terjadi beberapa kali sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), dengan puncak peristiwa disebut terjadi pada Senin (20/10) ketika korban dikabarkan dipukul oleh teman sekelas menggunakan bangku. R menyebut adiknya mengaku kerap mengalami perundungan, termasuk dipukul dan ditendang, sebelum kondisi kesehatannya memburuk. 

Polisi menegaskan penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban berbasis pemeriksaan saksi dan temuan medis. Sementara itu, isu perundungan di lingkungan pendidikan tetap menjadi sorotan karena berkaitan dengan keamanan peserta didik di sekolah, sekalipun dalam kasus ini kepolisian menyatakan penyebab kematian MH adalah faktor penyakit yang dideritanya.

Berita Terkait