TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Xiaomi Indonesia secara resmi memperkenalkan POCO X8 Pro Max ke pasar Tanah Air dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Jakarta pada Kamis, 2 April 2026, hanya beberapa pekan setelah debut globalnya pada 17 Maret 2026 lewat POCO X8 Pro Series Launch Event yang disiarkan secara daring. Perangkat ini sekaligus menjadi smartphone pertama di dunia yang menyematkan chipset MediaTek Dimensity 9500s berbasis arsitektur fabrikasi 3nm, sebuah pencapaian yang menegaskan posisi POCO sebagai merek pertama yang menggendong chip paling mutakhir MediaTek ke publik global, berdasarkan konfirmasi laman resmi mi.co.id dan laporan NotebookCheck.
Dikutip dari Detik Inet dan KompasTekno, peluncuran Indonesia ini sekaligus menandai babak baru bagi merek sub-brand Xiaomi tersebut yang selama ini identik dengan segmen menengah bawah, kini menyasar kelas mid-high dengan amunisi spesifikasi yang melampaui ekspektasi harga. POCO memilih strategi “Extreme Performance, Extreme Value” sebagai filosofi pemasarannya, sebuah pendekatan yang cukup berani mengingat persaingan di segmen Rp6–7 jutaan Indonesia kian sengit.
Penjualan perdana resmi dimulai sejak 4 April 2026 pukul 12.00 WIB melalui Mi.com, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, Lazada, dan Akulaku. Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia, secara tegas menggarisbawahi misi perangkat ini kepada konsumen domestik dalam acara peluncuran di Jakarta yang diliput KompasTekno dan Medcom.
“Poco X Series selalu dikenal dengan performa ekstrem dan kini kami meningkatkannya tidak hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga memberikan nilai terbaik bagi pengguna,” ujar Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia, dalam keterangan resminya.
Dari sisi harga, laman resmi Xiaomi Indonesia di mi.co.id menetapkan POCO X8 Pro Max varian 12GB+256GB di angka Rp6.699.000, sementara varian 12GB+512GB dibanderol Rp7.199.000 sebagai harga normal, sebagaimana dikutip Pricebook dan Fin.co.id. Namun dalam periode first sale bertajuk “Extreme Value” yang berlaku mulai 4 hingga 25 April 2026, konsumen dapat membelinya dengan harga promo Rp6.099.000 untuk varian 256GB dan Rp6.599.000 untuk varian 512GB dengan stok terbatas.
Di Indonesia, perangkat ini hadir dalam tiga pilihan warna yakni Blue, White, dan Black, sesuai informasi yang dikutip dari 91Mobiles Indonesia dan laman mi.co.id. Dengan banderol tersebut, POCO X8 Pro Max akan berhadapan langsung dengan Samsung Galaxy A56 5G, Realme GT 7, serta iQOO Z10 5G yang juga beroperasi di rentang harga serupa, berdasarkan analisis Pikiran Rakyat. Angka ini jauh lebih terjangkau dibanding harga global perangkat yang ditetapkan mulai $469 atau sekitar Rp7,6 juta di pasar internasional.
Sebagai perangkat pertama berlabel “Pro Max” dalam sejarah lini X series POCO, X8 Pro Max menampilkan layar AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1.5K (1280x2772 piksel), refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 3.500 nits, serta dukungan HDR10+ dan Dolby Vision, sebagaimana tertera dalam spesifikasi resmi mi.co.id dan laporan Medcom.id. Panel tersebut dilindungi Corning Gorilla Glass 7i dan dilengkapi sensor sidik jari ultrasonic in-display, berbeda dari varian Pro biasa yang masih menggunakan teknologi optical, sebuah perbedaan kelas yang cukup signifikan dalam pengalaman pengguna sehari-hari. Teknologi PWM dimming 3840Hz turut disematkan untuk melindungi mata pengguna dari efek kedipan layar selama penggunaan jangka panjang, fitur yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel di atas Rp10 juta, menurut ulasan GSMArena.
Sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light berbasis solusi perangkat keras semakin memperkuat klaim perlindungan mata dari perangkat ini. Dengan rasio layar terhadap bodi mencapai 89,8 persen dan ketebalan hanya 8,2mm berbobot 218 gram, desain X8 Pro Max tetap terasa proporsional meski menampung baterai jumbo di dalamnya.
“Mau gaming seberat apa pun, hape ini pasti siap diajak gas terus,” kata Novita Krisutami dalam keterangan resmi POCO Indonesia yang dikutip Koranmanado.co.id, menegaskan orientasi performa ekstrem yang diusung perangkat ini.
Chipset Dimensity 9500s yang mentenagai POCO X8 Pro Max mengusung konfigurasi CPU all-big-core dengan inti Cortex-X925 berkecepatan 3,73 GHz, tiga inti Cortex-X4 di 3,3 GHz, dan empat inti Cortex-A720 di 2,4 GHz, dipadukan GPU Immortalis-G925 MC11 dan NPU 890, berdasarkan spesifikasi resmi mi.co.id yang dikonfirmasi 91Mobiles Indonesia. Kombinasi ini menghasilkan skor AnTuTu sebesar 3.085.998 poin, menempatkan X8 Pro Max selevel dengan beberapa ponsel flagship sejati yang dijual jauh di atas harganya, berdasarkan data Kimovil dan AndroidHeadlines.
POCO juga membekali perangkat ini dengan sistem pendingin 3D IceLoop yang diklaim mampu menjalankan game populer seperti Genshin Impact dan Honkai: Star Rail hingga 120fps secara stabil, sesuai laporan Medcom.id. RAM jenis LPDDR5X 9600 berpasangan dengan penyimpanan UFS 4.1 di kedua varian konfigurasi yang tersedia, memastikan akses data yang cepat dan responsif dalam segala kondisi penggunaan. Seluruh performa ini hadir dalam balutan sertifikasi ketahanan IP66, IP68, IP69K, dan 5-star SGS Premium Performance, menjadikan X8 Pro Max salah satu ponsel mid-range paling tangguh yang pernah ada di kelas harganya, berdasarkan data resmi Xiaomi Indonesia dan MediaEnergi.co.id.
Baterai berkapasitas 8.500 mAh yang menggunakan teknologi Silikon-Karbon dengan kandungan ultra-tinggi 16 persen dan kepadatan energi 847 Wh/L menjadi salah satu daya tarik utama POCO X8 Pro Max, sebagaimana dijelaskan secara rinci di laman po.co dan dikonfirmasi laman resmi mi.co.id. Pengisian daya 100W HyperCharge mampu mengisi baterai dari 1 persen hingga 50 persen dalam hanya 24 menit menggunakan charger bawaan, sementara fitur reverse charging 27W memungkinkan pengguna memanfaatkan ponsel ini layaknya power bank portabel bagi perangkat lain, berdasarkan laporan NotebookCheck.
POCO mengklaim daya tahan penggunaan dua hari penuh dalam skenario aktivitas harian normal yang mencakup media sosial, streaming video, dan panggilan telepon, sebuah angka yang didukung oleh data internal POCO Labs. Ketahanan jangka panjang baterai ini juga diklaim mampu mempertahankan 80 persen kapasitas setelah 1.600 siklus pengisian, setara sekitar enam tahun penggunaan normal, informasi yang tertera di situs resmi po.co. Kemampuan baterai ini menjadi pembeda yang sangat relevan untuk pasar Indonesia, di mana pola penggunaan intensif dan keterbatasan akses listrik di beberapa daerah menjadikan daya tahan baterai sebagai faktor kunci keputusan pembelian.
Sektor kamera POCO X8 Pro Max mengandalkan sensor utama Light Fusion 600 beresolusi 50MP dengan aperture f/1,5 dan Optical Image Stabilization, dirancang untuk menghadirkan hasil jepretan tajam dalam kondisi cahaya rendah sekalipun, sesuai spesifikasi resmi mi.co.id dan laporan AndroidHeadlines. Lensa ultrawide 8MP dengan sudut pandang 123 derajat dan kamera selfie 20MP yang mendukung perekaman video 4K 60fps turut melengkapi konfigurasi kamera perangkat ini, berdasarkan data KompasTekno dan MediaEnergi.co.id.
Fitur kecerdasan buatan seperti UltraSnap, Dynamic Shots, AI Creativity Assistant, Google Gemini, dan Circle to Search hadir sebagai bagian dari ekosistem HyperAI yang tertanam dalam antarmuka HyperOS 3 berbasis Android 16, sesuai informasi resmi Xiaomi Indonesia. Dynamic RGB light di lingkaran kamera belakang yang berdenyut mengikuti irama musik atau berkedip saat notifikasi tiba menjadi elemen estetika yang langsung mencuri perhatian sejak pertama perangkat ini ditampilkan ke publik Indonesia, sebagaimana dilaporkan Fin.co.id.
Dukungan audio stereo dengan sertifikasi Hi-Res Audio dan Dolby Atmos, ditambah fitur HyperConnect dan komunikasi offline untuk panggilan suara tanpa jaringan seluler, menjadikan POCO X8 Pro Max sebagai paket lengkap yang sulit diabaikan di kelas harga Rp6–7 jutaan, berdasarkan pantauan KompasTekno dan MediaEnergi.co.id.