06 May 2026, 13:48

Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda! Duel Panas El Clasico Indonesia Resmi Keluar dari Pulau Jawa

Operator kompetisi resmi memutuskan laga sarat rivalitas itu berlangsung di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
118
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda! Duel Panas El Clasico Indonesia Resmi Keluar dari Pulau Jawa
alasan Persija vs Persib dipindah ke Samarinda / Doc: istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id -  Pertandingan penuh gengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 dipastikan tidak digelar di Jakarta maupun wilayah Pulau Jawa. Operator kompetisi resmi memutuskan laga sarat rivalitas itu berlangsung di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepastian tersebut diumumkan Direktur Utama I.League Ferry Paulus dalam keterangannya di Mabes Polri, Rabu (6/5/2026). Menurutnya, pertandingan tetap digelar sesuai jadwal pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB, hanya saja venue dipindahkan ke Samarinda.

“Liga memutuskan untuk pertandingan Persija vs Persib digelar di Kalimantan Timur, di Samarinda tepatnya. Waktunya sama, tanggal 10 Mei 2026 dan jamnya tetap 15.30,” ujar Ferry Paulus.

Keputusan memindahkan duel klasik tersebut keluar Pulau Jawa langsung menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Pasalnya, laga Persija kontra Persib selama ini dikenal sebagai salah satu pertandingan dengan rivalitas paling panas di Indonesia dan hampir selalu menyita perhatian besar suporter kedua tim.

Ferry Paulus menjelaskan, pihak liga sejatinya tetap menginginkan pertandingan berlangsung di kandang resmi Persija Jakarta. Namun situasi dan kondisi keamanan pada bulan Mei membuat opsi tersebut sulit direalisasikan.

Menurutnya, banyak agenda besar lain yang berlangsung secara bersamaan sehingga dikhawatirkan memunculkan potensi gangguan di luar aspek sepak bola. Karena itu, operator kompetisi memilih langkah alternatif agar pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal.

“Bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri,” kata Ferry.

Ia menegaskan I.League memiliki tanggung jawab menjaga kelangsungan kompetisi karena setelah pekan tersebut masih terdapat agenda nasional lain yang juga membutuhkan perhatian besar. Oleh sebab itu, laga Persija melawan Persib tidak memungkinkan untuk dijadwal ulang.

“Mengingat setelah agenda ini akan banyak agenda-agenda yang jauh lebih besar di luar kompetisi liga sendiri. Sehingga pertandingan yang sarat rivalitas ini harus tetap digelar dan tidak bisa dipindahkan waktunya,” ujarnya.

Ferry juga mengungkapkan pihak liga sempat mencoba mencari stadion alternatif lain di Pulau Jawa. Namun hingga menjelang pertandingan, situasi dinilai masih belum ideal untuk menggelar laga dengan tensi tinggi tersebut.

“Nah, oleh karena itu karena di Jakarta ini adalah kota metropolitan, beberapa tempat kita carikan solusi di Jawa, di stadion-stadion yang lain, tetapi memang situasinya juga masih belum terlalu baik untuk digelar,” sambung Ferry Paulus.

Sebelum pengumuman resmi dikeluarkan, kabar pemindahan venue sebenarnya sudah lebih dulu mencuat dari internal Borneo FC. Safety and Security Officer Borneo FC, Ahmad Herman Almuflih, mengaku menerima informasi awal bahwa Stadion Segiri Samarinda masuk dalam opsi lokasi pertandingan Persija kontra Persib.

“Ya benar saya diinfo oleh pihak manajemen Borneo bahwa pihak panpel Persija ada menghubungi secara lisan bahwa Stadion Segiri menjadi salah satu stadion alternatif Persija vs Persib jika seandainya pertandingan tersebut tidak dapat digelar di Jakarta,” kata Herman.

Meski demikian, Herman menyebut pada awalnya proses tersebut masih dalam tahap penjajakan. Kepastian baru didapat setelah operator liga resmi menunjuk Samarinda sebagai lokasi pertandingan.

Ia juga menegaskan proses perizinan pertandingan nantinya akan sepenuhnya diurus panitia pelaksana Persija Jakarta. Sementara pihak Borneo FC hanya membantu dari sisi penyediaan sumber daya dan fasilitas stadion.

“Benar masih penjajakan. Menurut info jika pihak Persija jadi menggunakan Stadion Segiri, mereka langsung yang mengurus perizinan. Untuk panpel Borneo hanya menyediakan sumber daya saja,” jelasnya.

Berita Terkait