TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nvidia kembali mengguncang lanskap teknologi global setelah CEO Jensen Huang menegaskan bahwa seluruh perangkat lunak di masa depan akan bertransformasi menjadi sistem “agentic”—software yang mampu bekerja secara otonom tanpa instruksi manual. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sesi panggung di konferensi Morgan Stanley Technology, Media & Telecom di San Francisco, ketika industri tengah menunggu langkah besar OpenAI menuju penawaran saham perdana (IPO).
Huang menilai perubahan model bisnis software tak terhindarkan, terutama ketika perusahaan mulai meninggalkan lisensi berbasis kursi dan beralih ke pola penggunaan berbasis agen AI. Ia menyebut pergeseran ini akan mengubah cara perusahaan membangun, menjual, dan mengoperasikan produk digital.
“Tidak akan ada software di masa depan yang tidak bersifat agentic. Bagaimana mungkin Anda punya software yang bodoh?”
Dalam kesempatan yang sama, Huang mengonfirmasi bahwa investasi Nvidia sebesar USD 30 miliar (sekitar Rp 474 triliun) ke OpenAI kemungkinan menjadi yang terakhir sebelum perusahaan AI tersebut melantai di bursa. Ia menegaskan bahwa peluang investasi raksasa senilai USD 100 miliar yang sempat dibahas tahun lalu kini “tidak lagi realistis” karena OpenAI sudah memasuki fase persiapan IPO.
“Alasannya sederhana: mereka akan go public,” ujar Huang, menegaskan bahwa Nvidia tak lagi melihat ruang untuk pendanaan tambahan dalam skala besar.
Sementara itu, dinamika industri software dinilai semakin keras. Kepala perbankan Morgan Stanley, David Chen, menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai situasi “wartime” bagi perusahaan perangkat lunak yang harus menghadapi biaya komputasi AI yang melonjak dan tekanan harga yang semakin ketat.
CEO Box, Aaron Levie, melihat arah yang sama namun lebih optimistis. Ia menilai agen AI justru akan memperluas pasar software hingga sepuluh kali lipat karena perusahaan akan mengandalkan agen digital sebagai tenaga kerja otomatis yang dapat disewa sesuai kebutuhan.
Di tengah ketegangan dan peluang tersebut, Nvidia tetap menjadi pusat gravitasi industri AI. Investasi besar ke OpenAI dan Anthropic—yang masing‑masing juga bersiap menuju IPO—menegaskan posisi Nvidia sebagai pemasok infrastruktur komputasi paling dominan di era AI generatif. Namun Huang menegaskan bahwa fokus Nvidia kini bukan lagi menambah kepemilikan, melainkan memastikan kapasitas komputasi yang cukup untuk menopang pertumbuhan kedua perusahaan sebelum mereka memasuki pasar publik.