TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat layanan kesehatan berbasis jemput bola melalui program “Ngider Sehat”. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, turun langsung ke lapangan memastikan program ini berjalan optimal, khususnya bagi warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
“Saya bersama tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pondok Jagung alhamdulillah sudah melaksanakan program Ngider Sehat, mengunjungi rumah warga untuk memeriksa kesehatan mereka secara gratis,” ujar Pilar.
Program Ngider Sehat telah bergulir sejak tiga tahun lalu. Pilar menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas layanan kesehatan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, antusiasme tenaga medis meningkat karena program ini memberi dampak langsung.
“Alhamdulillah, saya melihat sendiri dokter, bidan, dan perawat melayani warga dari balita hingga pasien stroke. Banyak yang kondisinya mulai membaik berkat layanan rutin ini,” tambah Pilar.

Tak hanya pengobatan, program ini juga menyasar penurunan angka stunting. Warga yang terdeteksi kekurangan gizi, terutama balita, mendapat suplemen vitamin dan makanan tambahan secara langsung di rumah.
“Teman-teman dari Dinas Kesehatan setiap hari keliling naik motor, dari rumah ke rumah. Ini bukan slogan. Ini nyata dijalankan,” ungkap Pilar.
Selain pelayanan keliling, Pemkot Tangsel juga mencatatkan capaian strategis dengan menanggung iuran BPJS Kesehatan untuk 300 ribu warga. Sarana dan prasarana puskesmas serta rumah sakit juga terus ditingkatkan.
“Siapa pun warga Tangsel yang ingin diperiksa, cukup menghubungi puskesmas terdekat. Kalau tak bisa datang langsung, kami yang akan datang,” tegas Pilar.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang bekerja tanpa kenal lelah. “Mau panas atau hujan, mereka tetap turun tangan. Saya sangat menghargai dedikasi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menyebut bahwa cakupan program ini cukup masif. “Setiap petugas melayani sekitar 20 keluarga per hari per kelurahan. Artinya, secara keseluruhan bisa menyasar 1.080 kepala keluarga per hari,” jelasnya.
Program Ngider Sehat diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan proaktif yang bisa direplikasi oleh daerah lain, khususnya dalam mewujudkan pemerataan akses kesehatan di wilayah urban dan pinggiran.***