16 February 2026, 09:25

Lupakan Lipatan, Honor Siap Guncang MWC 2026 dengan 'Robot Phone' Berkamera Mutan

Honor siap guncang MWC 2026 dengan konsep Robot Phone berbasis AI multimodal dan kamera mekanis canggih, definisikan ulang masa depan interaksi smartphone.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
693
Lupakan Lipatan, Honor Siap Guncang MWC 2026 dengan 'Robot Phone' Berkamera Mutan
Ilustrasi konsep Honor Robot Phone di MWC 2026 dengan fitur robotik dan kamera otonom berbasis Multimodal AI yang revolusioner. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Menjelang perhelatan akbar Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona akhir bulan ini, Honor secara mengejutkan mengubah peta permainan industri seluler dengan membocorkan perangkat konsep radikal yang mereka klaim sebagai evolusi terakhir dari smartphone. Bukan lagi sekadar penyempurnaan pada mekanisme layar lipat Magic V series yang sudah mapan, pabrikan asal Shenzhen ini dikabarkan siap memamerkan "Robot Phone"—sebuah hibrid ambisius antara terminal komunikasi dan asisten robotik otonom yang ditenagai oleh multimodal AI generasi terbaru. Informasi yang dihimpun dari berbagai spekulasi analis di Weibo dan laporan media teknologi Eropa menyebutkan bahwa perangkat ini dirancang untuk membebaskan tangan pengguna sepenuhnya, dengan kemampuan perangkat keras unik yang memungkinkannya menyesuaikan sudut pandang secara mandiri atau bahkan berinteraksi secara fisik dengan lingkungan di sekitarnya.

"Kami percaya bahwa smartphone masa depan tidak boleh pasif dan hanya menunggu perintah; ia harus menjadi entitas aktif yang memahami lingkungan fisik serta digital pengguna sekaligus, dan mampu bertindak proaktif," ujar George Zhao, CEO Honor, dalam sebuah sesi diskusi terbatas yang kutipannya beredar luas di forum teknologi Tiongkok awal pekan ini.

Fitur yang paling memicu perdebatan di kalangan tech enthusiast adalah integrasi sistem "kamera genggam" yang sangat tidak konvensional, di mana modul optik utamanya diduga memiliki mekanisme artikulasi mekanis mirip gimbal atau bahkan desain modular yang dapat beroperasi terpisah dari bodi utama. Desain futuristik ini memungkinkan perangkat berfungsi layaknya kru kamera pribadi profesional yang secara otomatis melacak pergerakan subjek menggunakan visi komputer real-time dan sensor LiDAR canggih, sebuah lompatan raksasa dari fitur auto-framing berbasis pemangkasan digital yang ada saat ini. Langkah berani Honor ini sejalan dengan tren "Embodied AI" yang sedang menjadi obsesi baru di Silicon Valley, di mana kecerdasan buatan tidak lagi terkurung dalam antarmuka chatbot, melainkan memiliki kapabilitas fisik untuk berinteraksi dengan dunia nyata.

"Tahun 2026 adalah tentang memberikan 'tubuh' pada kecerdasan buatan, sehingga asisten digital Anda tidak hanya bisa menjawab pertanyaan teks, tetapi juga bisa melihat apa yang Anda lihat dan mengambil peran aktif dalam mendokumentasikan momen hidup tanpa intervensi manusia," tambah sumber internal rantai pasokan Honor yang dikutip oleh media internasional.

Di luar aspek robotik yang mencolok, "Robot Phone" ini dipastikan akan membawa arsitektur Neural Processing Unit (NPU) terbaru yang dioptimalkan untuk memproses input multimodal—gabungan suara, gestur kompleks, dan visual—secara simultan dan on-device demi menjaga privasi data. Analis pasar memprediksi bahwa manuver agresif Honor ini merupakan upaya strategis untuk melepaskan diri dari bayang-bayang kompetisi spesifikasi konvensional melawan Samsung dan Apple, dengan mencoba mendefinisikan ulang form factor smartphone itu sendiri menjadi pendamping cerdas yang sesungguhnya. Jika prototipe ini benar-benar berfungsi penuh dan bukan sekadar vaporware di lantai pameran Fira Gran Via nanti, Honor berpotensi besar mencuri panggung utama MWC 2026 dan memaksa seluruh industri untuk memikirkan ulang definisi "pintar" dalam sebuah telepon pintar.

Berita Terkait