08 March 2026, 17:52

Jelang Lebaran, Harga Ayam dan Cabai Kian Pedas, Daging Ayam Tembus Rp41.050 dan Cabai Rawit Merah Rp78.900 per Kg

Menjelang Lebaran 2026, tekanan harga pangan di tingkat eceran mulai terasa semakin nyata.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,482
Jelang Lebaran, Harga Ayam dan Cabai Kian Pedas, Daging Ayam Tembus Rp41.050 dan Cabai Rawit Merah Rp78.900 per Kg
Ilustrasi. Harga cabai dan ayam potong terus mengalami kenaikan jelang lebaran. / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Menjelang Lebaran 2026, tekanan harga pangan di tingkat eceran mulai terasa semakin nyata. Sejumlah komoditas strategis tercatat bergerak naik pada perdagangan Minggu pagi, dengan daging ayam ras dan cabai rawit merah menjadi dua bahan pokok yang masih bertahan di level tinggi di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang hari raya.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan kenaikan harga masih membayangi pasar ritel nasional. Berdasarkan catatan yang dikelola Bank Indonesia hingga pukul 09.10 WIB, harga daging ayam ras berada di level Rp41.050 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah tercatat jauh lebih tinggi, yakni mencapai Rp78.900 per kilogram.

Pergerakan dua komoditas ini menjadi sorotan karena keduanya termasuk bahan pangan yang paling banyak diburu masyarakat menjelang momen Lebaran. Kenaikan harga ayam dan cabai umumnya memberi efek langsung terhadap belanja harian rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga pedagang makanan skala kecil yang bergantung pada stabilitas harga bahan baku.

Di tengah lonjakan itu, harga komoditas pangan lain terpantau bergerak bervariasi. Bawang merah misalnya tercatat dijual Rp43.700 per kilogram, sedangkan bawang putih berada pada level Rp40.200 per kilogram. Perbedaan harga ini menunjukkan pasar masih bergerak dinamis, meski tekanan kenaikan pada sejumlah kebutuhan pokok belum sepenuhnya mereda.

Untuk komoditas beras, harga relatif masih terjaga di beberapa kategori. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.450 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di harga Rp14.500 per kilogram. Pada kategori menengah, beras medium I diperdagangkan Rp15.950 per kilogram dan medium II sebesar Rp15.800 per kilogram.

Adapun pada segmen beras premium, harga juga masih berada pada kisaran stabil. Beras kualitas super I tercatat Rp17.200 per kilogram, sementara beras kualitas super II berada di level Rp16.700 per kilogram. Stabilnya harga beras premium menjadi catatan penting di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi lonjakan harga pangan menjelang puncak kebutuhan Lebaran.

Dari kelompok cabai, tidak hanya cabai rawit merah yang bergerak tinggi. Harga cabai merah besar juga tercatat mencapai Rp43.850 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di level Rp44.250 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga tercatat Rp52.750 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional.

Kondisi ini menunjukkan kelompok cabai masih menjadi salah satu penyumbang tekanan harga pangan yang paling menonjol. Naiknya harga cabai umumnya dipengaruhi oleh pasokan, distribusi, dan lonjakan permintaan musiman yang meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan, termasuk Lebaran.

Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi masih bertahan di level tinggi. Daging sapi kualitas I tercatat dijual Rp144.550 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II berada pada harga Rp136.500 per kilogram. Angka ini menegaskan bahwa bahan pangan sumber protein tetap menjadi komponen pengeluaran besar bagi masyarakat dalam periode persiapan hari raya.

Di sisi lain, harga gula pasir juga terpantau cukup tinggi. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.950 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.550 per kilogram. Pergerakan harga gula ikut menjadi perhatian karena komoditas ini banyak dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga maupun industri makanan dan minuman saat Ramadan hingga Lebaran.

Untuk minyak goreng, data PIHPS mencatat harga minyak goreng curah berada di level Rp19.000 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp22.700 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat sebesar Rp21.700 per liter. Meski belum menunjukkan lonjakan ekstrem, harga minyak goreng tetap menjadi salah satu faktor penting dalam struktur pengeluaran pangan masyarakat.

Adapun harga telur ayam ras tercatat Rp32.600 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional. Telur, yang juga merupakan komoditas penting dalam pola konsumsi harian masyarakat, masih bertahan di level yang relatif tinggi dibandingkan harga normal di luar musim permintaan besar.

Kondisi harga pangan yang bervariasi namun cenderung tinggi ini mencerminkan meningkatnya tekanan pasar menjelang Lebaran. Naiknya harga ayam dan cabai menjadi indikator paling nyata bahwa kebutuhan pokok masyarakat mulai mengalami penyesuaian seiring bertambahnya permintaan di pasar ritel. Dalam situasi seperti ini, kestabilan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar lonjakan harga tidak semakin membebani daya beli masyarakat.

Berita Terkait