02 December 2025, 13:00

IHSG Diprediksi Bisa Tembus 10.000 Pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya

IHSG diproyeksikan mampu menembus 10.000 pada 2026 menurut analis global. Proyeksi ini didukung percepatan belanja pemerintah dan kebijakan moneter longgar.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,331
IHSG Diprediksi Bisa Tembus 10.000 Pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Danantara.

Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang kuat menembus level psikologis 10.000 pada 2026. Proyeksi tersebut disampaikan sejumlah analis internasional yang melihat prospek pasar Indonesia semakin solid pasca tahun politik dan didukung percepatan belanja pemerintah.

Dalam laporan prospek pasar 2026, tim riset menyebut pasar berpotensi memasuki fase pertumbuhan yang lebih konstruktif setelah volatilitas sepanjang 2025 mereda.

“Kami melihat prospek yang lebih positif untuk pasar Indonesia tahun depan,” ujar salah satu analis senior dalam laporan tersebut, Senin (2/12/2025).

Analis menempatkan target dasar IHSG pada akhir 2026 di 9.100, menggunakan asumsi pertumbuhan laba emiten sekitar 8% dan valuasi 15 kali earnings multiple. Sementara itu, skenario optimistis menempatkan indeks di 10.000, sedangkan skenario negatifnya berada di 7.800.

Kebijakan Moneter Longgar Jadi Pendorong

Riset tersebut memperkirakan kebijakan moneter tetap longgar tahun depan, dengan potensi penurunan suku bunga acuan sekitar 50 basis poin pada 2026. Likuiditas sektor keuangan juga diprediksi membaik sehingga memperkuat ruang ekspansi kredit.

Defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap terjaga di bawah 1% dari PDB. Risiko yang perlu diantisipasi ialah volatilitas rupiah yang dapat memengaruhi arus modal dan kepercayaan bisnis.

Peran Danantara Dinilai Jadi Katalis Besar

Salah satu sorotan utama analis adalah peran Danantara sebagai katalis struktural bagi pasar saham. Struktur organisasi yang memisahkan fungsi holding dan unit operasional dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efektivitas belanja publik dan investasi pemerintah.

“Pemisahan fungsi belanja publik dan pencapaian profitabilitas perusahaan negara merupakan elemen krusial,” tulis tim analis.

Dengan mandat yang relatif independen dari anggaran fiskal, Danantara disebut memiliki ruang untuk menghimpun pendanaan eksternal, menyalurkan investasi, dan menjalankan belanja strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Eksekusi belanja Danantara pada 2026 bahkan dipandang dapat menjadi faktor penting dalam mendorong rerating valuasi pasar.

Partisipasi Ritel Masih Tinggi

Riset juga mencatat bahwa partisipasi investor ritel pada paruh kedua 2025 berada di titik tertinggi sejak pandemi 2020. Minat terhadap saham-saham konglomerasi dan konstituen indeks menjadi pendorong utama.

Partisipasi ritel diperkirakan tetap kuat pada semester I/2026, sebelum akhirnya mengalami moderasi pada semester berikutnya. Perubahan itu akan sangat dipengaruhi penerapan definisi Adjusted Free Float baru dari MSCI yang diperkirakan diumumkan awal 2026 dan berlaku pada Mei 2026.

Sebaliknya, aliran dana institusi diprediksi meningkat perlahan sepanjang tahun didorong mandat investasi publik baru dari Danantara, serta kenaikan alokasi aset pada dana pensiun dan lembaga pengelola jaminan sosial.***

Berita Terkait