15 March 2026, 14:30

Heboh! Pemuda Lempari Masjid Saat Tarawih di Garut, Kaca Pecah dan Jemaah Sempat Panik

Insiden tersebut terjadi ketika jemaah sedang menjalankan ibadah pada Sabtu (14/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,184
Heboh! Pemuda Lempari Masjid Saat Tarawih di Garut, Kaca Pecah dan Jemaah Sempat Panik
Polisi mendatangi masjid di Garut usai insiden pelemparan. (Foto: Istimewa)

GARUT, Perspektif.co.id - Suasana salat tarawih di sebuah masjid di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendadak terganggu setelah seorang pemuda melemparkan batu ke arah bangunan masjid hingga menyebabkan kaca pecah. Insiden tersebut terjadi ketika jemaah sedang menjalankan ibadah pada Sabtu (14/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa itu berlangsung di Masjid yang berada di Kampung Pasirkacapi, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja. Kapolsek Wanaraja AKP Abusono menjelaskan, kejadian bermula ketika para jemaah yang tengah khusyuk menjalankan salat tarawih tiba-tiba dikejutkan oleh suara benturan keras dari luar masjid.

“Setelah dilihat, ada salah satu kaca masjid yang pecah dan ditemukan sebuah batu berukuran cukup besar di dalam masjid,” ujar Abusono, Minggu (15/3/2026).

Meski sempat merasa takut akibat kejadian tersebut, para jemaah tetap melanjutkan ibadah hingga selesai. Warga kemudian segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. Abusono mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Saat itu, petugas kepolisian sebenarnya sedang melaksanakan kegiatan tarawih keliling di kampung yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Kami kemudian dikabari oleh warga dan langsung meluncur ke lokasi. Kebetulan saat kejadian kami sedang melaksanakan tarawih keliling di kampung sebelah,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku pelemparan batu ke arah masjid tersebut diketahui merupakan seorang pria berusia 37 tahun bernama Riki. Ia merupakan warga setempat atau dikenal sebagai anak kampung sini (Akamsi).Sebelum diamankan aparat, pelaku sempat ditangkap oleh warga yang mengetahui aksinya. Setelah itu, pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

“Sempat diamankan oleh warga, kemudian diserahkan kepada kami,” kata Abusono.

Polisi kemudian membawa Riki ke Mapolsek Wanaraja untuk menjalani pemeriksaan. Dalam proses penyelidikan, pelaku mengakui perbuatannya melempar batu ke arah masjid.

“Pengakuannya melakukan pelemparan karena mendapatkan bisikan dan kekesalan,” ungkap Abusono.

Lebih lanjut, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan pelaku. Saat ini, Riki sedang menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit guna memastikan kondisi mental dan kesehatannya secara menyeluruh.

“Jadi saat ini sedang diperiksa di rumah sakit kondisi kesehatannya. Memang secara kasat mata, kondisi yang bersangkutan sehat dan nyambung ketika diajak ngobrol,” jelasnya.

Namun demikian, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang disebut-sebut merupakan kondisi turunan dari orang tuanya.

 

Berita Terkait