12 April 2026, 16:30

Hasselblad Bongkar Kisah Kamera Apollo 11 yang Mendarat di Bulan, Ini Rahasia HDC

Hasselblad ungkap kamera HDC Apollo 11 yang mendarat di Bulan, teknologi, sejarah, dan warisan foto ikonik NASA.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
115
Hasselblad Bongkar Kisah Kamera Apollo 11 yang Mendarat di Bulan, Ini Rahasia HDC
Kamera Hasselblad HDC yang digunakan dalam misi Apollo 11 untuk memotret permukaan Bulan dan sejarah eksplorasi luar angkasa NASA. (Foto: Hasselblad)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Video terbaru dari Hasselblad berjudul Hasselblad HDC | The Camera That Landed on the Moon kembali mengangkat peran kamera HDC dalam misi Apollo 11 saat manusia pertama kali menginjakkan kaki di Bulan pada 20 Juli 1969. Kamera tersebut digunakan oleh Neil Armstrong dan dipasang di dada untuk mendokumentasikan aktivitas di permukaan lunar, sementara model lain digunakan di dalam modul pendarat, sebagaimana dijelaskan dalam arsip resmi perusahaan dan laporan media internasional seperti Reuters.

“Bekerja dengan sempurna di bawah kondisi ekstrem permukaan bulan,” sebagaimana dijelaskan oleh Hasselblad dalam rilis resminya di situs perusahaan.

Pernyataan tersebut merujuk pada performa kamera HDC yang dirancang khusus menghadapi kondisi ekstrem di Bulan. Berdasarkan penjelasan resmi Hasselblad, kamera ini dilapisi warna perak untuk menjaga stabilitas suhu, dilengkapi Réseau plate untuk keperluan pengukuran ilmiah, dan bahkan belum pernah diuji langsung di luar angkasa sebelum misi berlangsung. Meski begitu, perangkat tersebut tetap berfungsi optimal selama eksplorasi, menghasilkan dokumentasi visual yang kini menjadi referensi utama dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa.

“Foto-foto yang dihasilkan menangkap sejarah umat manusia dalam pembuatan,” sebagaimana diungkap Hasselblad dalam halaman sejarah resminya mengenai kontribusi mereka dalam eksplorasi luar angkasa.

Foto-foto yang dihasilkan kamera tersebut kemudian berkembang melampaui fungsi ilmiah menjadi simbol budaya global. Laporan Reuters mencatat bahwa meskipun para astronaut dilatih untuk mengambil gambar demi kepentingan penelitian, hasil dokumentasi mereka justru menjadi ikon visual yang terus digunakan dalam berbagai konteks hingga saat ini.

Dalam momentum peringatan 50 tahun Apollo 11, Hasselblad juga merilis produk edisi khusus 907X Special Edition dengan harga resmi 7.499 dolar AS. Jika dikonversi menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia sekitar Rp17.112 per dolar AS pada April 2026, nilainya mencapai sekitar Rp128,3 juta sebelum pajak, mempertegas bagaimana nilai historis misi tersebut masih dimonetisasi dalam industri fotografi premium.

Berita Terkait