10 March 2026, 05:42

Gemini Meledak 643% Kalahkan ChatGPT yang Cuma 37%, Google Kuasai Perang AI Terbesar Sepanjang Sejarah

Gemini tumbuh 643% kalahkan ChatGPT yang cuma 37% per data SimilarWeb Februari 2026. Google kuasai AI global dengan ekosistem Android & Workspace.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
428
Gemini Meledak 643% Kalahkan ChatGPT yang Cuma 37%, Google Kuasai Perang AI Terbesar Sepanjang Sejarah
Ilustrasi Gemini ungguli ChatGPT dengan trafik 643% per SimilarWeb Februari 2026, menandai dominasi Google di industri AI global. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Raksasa teknologi Google membuktikan dominasinya di industri kecerdasan buatan setelah data terbaru SimilarWeb mengungkap bahwa platform Gemini mencatat lonjakan trafik web sebesar 643,58% secara year-over-year sepanjang Februari 2026 — sebuah angka yang seketika mengguncang industri AI global dan menempatkan Google jauh di atas semua pesaingnya, termasuk OpenAI dengan ChatGPT yang hanya tumbuh 37,04% dalam periode yang sama.

Data SimilarWeb mengungkapkan bahwa Gemini memimpin seluruh platform AI utama dengan pertumbuhan trafik tahunan sebesar 643,58% pada Februari 2026, sementara ChatGPT hanya mencatat pertumbuhan 37,04% dalam rentang waktu yang sama. Lonjakan ini bukan semata-mata soal angka — ini adalah sinyal nyata pergeseran kekuasaan di panggung teknologi AI yang bernilai triliunan dolar, di mana Google kini muncul bukan sekadar penantang, melainkan sebagai kekuatan yang tengah merebut kendali.

Setahun yang lalu, SimilarWeb mencatat ChatGPT menguasai 86% trafik global di antara situs chatbot yang dilacak. Kini angka itu turun ke level 64%, sementara Gemini melesat dari 5% menjadi 21% dalam periode yang sama. Pergeseran pangsa pasar yang dramatis ini berlangsung hanya dalam dua belas bulan, kecepatan yang hampir tak pernah terjadi dalam sejarah persaingan teknologi konsumen modern.

Kebangkitan Gemini tidak terjadi dalam semalam. Sebelumnya, data enam bulan pertama 2025 sudah menunjukkan Gemini tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan ChatGPT, dengan platform ini menuai keuntungan besar dari serangkaian peluncuran produk berprofil tinggi — termasuk model Gemini 3 Pro dan kemampuan pembuatan gambar Nano Banana — yang menarik perhatian jutaan pengguna baru dan mengukuhkan posisinya sebagai alternatif nyata bagi ChatGPT.

Basis pengguna Gemini melonjak dari 450 juta pengguna aktif bulanan pada Juli menjadi 650 juta pada Oktober 2025 — sebuah lompatan 44% hanya dalam tiga bulan, jauh melampaui pertumbuhan ChatGPT yang hanya sekitar 5% dalam periode yang sama.

Strategi Alphabet di balik kebangkitan ini tak bisa dilepaskan dari kekuatan ekosistem. Google mengontrol sistem operasi Android, yang menjadi jalur distribusi yang mustahil direplikasi oleh OpenAI. Data SimilarWeb menunjukkan jumlah pengguna Android AS yang berinteraksi dengan Gemini melalui sistem operasi dua kali lebih banyak dibandingkan yang menggunakan aplikasi mandiri — artinya Gemini sudah hadir tanpa perlu diinstal. Integrasi Gemini di Gmail, Google Docs, Slides, Search, dan seluruh suite Google Workspace menjadi mesin distribusi organik yang bekerja diam-diam namun luar biasa efektif.

Meski begitu, ChatGPT masih unggul dalam hal keterlibatan harian. Rasio DAU/MAU ChatGPT mencapai 36%, hampir dua kali lipat Gemini yang berada di angka 21%, menandakan pengguna ChatGPT jauh lebih sering kembali menggunakan platform dibandingkan basis pengguna Gemini yang terus membesar.

Di luar dua raksasa itu, lanskap AI global kian ramai. Grok milik xAI — perusahaan AI besutan Elon Musk — membukukan pertumbuhan 480%, sementara Claude dari Anthropic tumbuh 297% dalam periode yang sama, meski keduanya masih tertinggal cukup jauh dari Google. Sementara itu, Perplexity mencatat pertumbuhan 39,27%, mempertahankan posisinya sebagai alat riset bertenaga AI yang memiliki segmen pengguna tersendiri.

Kontras paling tajam justru datang dari DeepSeek. Platform asal China ini menjadi satu-satunya yang mencatat penurunan trafik, dengan koreksi sebesar 55,56% secara tahunan. DeepSeek sempat meledak pada awal 2025 ketika model R1-nya memicu kehebohan global, namun euforia itu terbukti tak bertahan — tanpa diferensiasi produk yang berkelanjutan, momentum viral sekalipun dapat runtuh secepat kemunculannya.

“Data Februari 2026 dari SimilarWeb menceritakan kisah yang gamblang: pasar AI generatif bukan lagi milik ChatGPT untuk dipertahankan — melainkan milik Google untuk dimenangkan,”  tulis laporan OfficeChai yang menganalisis data tersebut secara mendalam.

Bagi industri teknologi global, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah cerminan dari pertarungan senilai ratusan miliar dolar yang sedang menentukan siapa yang akan mengendalikan antarmuka utama manusia dengan informasi di dekade mendatang — dan saat ini, tanda-tanda semakin jelas menunjuk ke arah Mountain View.

Berita Terkait