15 March 2026, 15:06

Gemini Kini Bisa Pesan Makanan dan Ojol Sendiri di Galaxy S26, Ini Cara Kerjanya

Gemini kini bisa pesan makanan & ojol otomatis di Samsung Galaxy S26. Fitur screen automation resmi live di AS & Korea. Ini cara kerja dan batas hariannya!

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
194
Gemini Kini Bisa Pesan Makanan dan Ojol Sendiri di Galaxy S26, Ini Cara Kerjanya
Google Gemini berhasil menyelesaikan pesanan makanan secara otomatis di Samsung Galaxy S26. Fitur screen automation kini live di AS dan Korea Selatan. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Google secara resmi meluncurkan fitur screen automation atau otomasi layar untuk asisten kecerdasan buatan Gemini di lini Samsung Galaxy S26 mulai 12 Maret 2026, menandai babak baru era AI agentic di perangkat mobile mainstream. Samsung dan Google mulai menggulirkan kemampuan baru Gemini ini ke pengguna Galaxy S26 di Amerika Serikat dan Korea Selatan, memungkinkan asisten AI tersebut mengambil alih kendali aplikasi pihak ketiga dan menyelesaikan tugas-tugas multi-langkah seperti memesan makanan, memanggil taksi daring, hingga membeli kopi — semuanya hanya dengan perintah suara.

Fitur yang dikenal sebagai task automation ini kini aktif di Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra, dengan fokus awal pada aplikasi pesan antar makanan dan layanan transportasi daring. Perangkat wajib menjalankan One UI 8.5 dengan patch keamanan Februari 2026 untuk mengakses fitur ini, dan saat ini hanya akun Google pribadi yang kompatibel — akun kerja maupun sekolah belum didukung, sementara bahasa yang tersedia baru Inggris.

Cara mengaktifkannya pun terbilang mudah: pengguna cukup menekan lama tombol daya dan meminta Gemini melakukan tindakan tertentu, seperti memesan perjalanan ke suatu tujuan atau memesan makanan lewat DoorDash. Dalam pengujian langsung oleh 9to5Google menggunakan Galaxy S26 Ultra, tim redaksi berhasil meminta Gemini memesan sandwich ayam pedas dari Popeye’s lewat Uber Eats — dan otomasi langsung bekerja di latar belakang, menambahkan item ke keranjang, melewati halaman add-on yang tidak perlu, hingga langsung ke tahap konfirmasi akhir.

Sistem ini bahkan cukup cerdas untuk memproses permintaan spesifik seperti “Medicine Ball” tea dari Starbucks — nama tidak resmi yang populer di kalangan pelanggan — dan secara otomatis mengidentifikasinya sebagai Citrus Honey Mint Tea, seperti dilaporkan Android Central dalam pengujian independen mereka.

Demi keamanan, Google tidak mengizinkan Gemini menekan tombol final “pesan sekarang” atau “bayar”. Setelah membangun keranjang dan melewati layar-layar yang tidak relevan, kendali dikembalikan kepada pengguna untuk menyelesaikan transaksi secara manual.

Seluruh proses otomasi berjalan dalam jendela virtual yang terisolasi dari sistem operasi utama perangkat, mencegah AI mengakses informasi yang tidak berwenang, membaca dokumen pribadi, atau mengubah pengaturan kritis perangkat saat menelusuri aplikasi pihak ketiga.

Pengguna juga dapat menyimpan preferensi permanen dalam pengaturan “Personal Intelligence” di aplikasi Gemini, sehingga AI dapat mengingat instruksi spesifik tanpa perlu diingatkan setiap saat — misalnya, selalu pilih tumpangan Uber termurah atau selalu pesan makanan bebas gluten.

Namun di balik kemampuannya yang mengesankan, fitur ini hadir dengan batasan penggunaan harian yang ketat. Pengguna gratis hanya mendapatkan lima permintaan per hari, sementara pelanggan Google AI Plus seharga $7,99 per bulan (sekitar Rp 131.000/bulan) mendapat 12 permintaan, Google AI Pro seharga $19,99 per bulan (sekitar Rp 327.000/bulan) mendapat 20 permintaan, dan pelanggan Google AI Ultra seharga $249,99 per bulan (sekitar Rp 4.092.000/bulan) memperoleh jatah 120 permintaan per hari.

Dalam pengujian, ditemukan sebuah bug yang cukup mengganggu: dalam satu kesempatan, otomasi mengunci ponsel dalam tampilan layar penuh yang membutuhkan forced reboot untuk keluar. Google menyebut fitur ini sebagai early preview beta, mengisyaratkan proses penyempurnaan masih terus berlangsung.

Daftar aplikasi yang didukung saat ini mencakup Uber, Lyft, DoorDash, Grubhub, Uber Eats, dan Starbucks, dengan Instacart disebut-sebut akan menyusul dalam waktu dekat. Google berencana memperluas dukungan fitur ini ke seri Pixel 10 dalam waktu dekat, dan kemudian ke lebih banyak aplikasi seiring kehadiran Android 17 di akhir tahun ini, sebagaimana dilaporkan 9to5Google.

Fitur ini pertama kali didemonstrasikan Samsung dan Google pada acara Galaxy Unpacked Februari 2026. Kini dengan pengiriman perdana di lini Galaxy S26, Google mendapat momentum uji coba skala besar di tangan nyata konsumen, mengingat Samsung menguasai sekitar 20 persen pangsa pasar smartphone global menurut data Counterpoint Research — sebuah landasan yang sangat luas untuk memvalidasi keandalan AI agentic di kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait