Perspektif.co.id - Aktris Emilia Clarke menyatakan dirinya sudah “selesai” dengan genre fantasi setelah delapan tahun melekat dengan karakter Daenerys Targaryen dalam serial Game of Thrones. Clarke menegaskan kecil kemungkinan publik akan kembali melihatnya mengambil proyek fantasi, terlebih yang melibatkan naga—ikon paling kuat dari perjalanan Daenerys sebagai “Mother of Dragons”.
Dalam wawancara saat tur pers serial terbaru berjudul Ponies, Clarke mengungkapkan sikapnya dengan nada tegas sekaligus bercanda. “You’re highly unlikely to see me get on a dragon, or even in the same frame as a dragon, ever again,” ujar Clarke, dikutip sejumlah media yang merujuk wawancara The New York Times.
Pernyataan itu kembali memantik atensi penggemar Game of Thrones, mengingat Daenerys adalah karakter yang membesarkan nama Clarke sejak musim pertama. Serial fantasi produksi HBO tersebut berjalan delapan musim sejak 2011 hingga berakhir pada 2019.
Clarke juga kembali membuka lembaran emosional yang selama ini melekat pada episode-episode terakhir Game of Thrones, terutama ketika naskah musim pamungkas mengarahkan Daenerys pada perubahan drastis yang membuatnya disebut sebagai “Mad Queen”. Ia mengaku terpukul saat pertama kali mengetahui nasib tokoh yang telah ia mainkan bertahun-tahun itu.
Menurut Clarke, reaksinya saat membaca naskah musim terakhir benar-benar spontan dan meledak. Ia mengenang dirinya sempat berulang kali tidak percaya dengan isi naskah. “What, what, what, what?!” kata Clarke, mengingat momen itu.
Dalam cerita yang ikut beredar luas di berbagai laporan media, Clarke mengatakan ia menangis lalu berjalan cukup lama sampai kakinya lecet, mencoba memproses perubahan arah cerita yang ia anggap datang begitu cepat. Ia juga sempat menghubungi ibunya untuk menenangkan diri tanpa membocorkan detail naskah.
Meski memahami kemarahan sebagian penggemar terhadap perubahan karakter Daenerys yang dianggap mendadak, Clarke menyebut dirinya tetap merasa punya tanggung jawab untuk menuntaskan peran itu sepenuh hati. Ia menekankan seorang aktor tidak bisa setengah-setengah pada karakter yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun.
Di akhir serial, Daenerys diceritakan tewas setelah ditusuk Jon Snow di hadapan Iron Throne, menutup perjalanan tokoh yang awalnya tampil sebagai figur penuh harapan, namun kemudian berubah menjadi penguasa yang ditakuti. Episode penutup Game of Thrones tayang pada Mei 2019 dan menjadi salah satu penutup serial paling banyak dibicarakan pada masanya.
Peran sebagai Daenerys membawa Clarke meraih sejumlah pengakuan industri, termasuk nominasi Emmy dalam kategori akting serial drama. Namun setelah babak itu selesai, Clarke menegaskan ia ingin bergerak ke arah proyek-proyek yang berbeda, termasuk Ponies yang mengusung genre mata-mata, jauh dari dunia kerajaan, naga, dan perang fantasi.
Bagi Clarke, keputusan menjauh dari fantasi bukan sekadar soal “bosan” atau ingin mencoba hal baru, melainkan juga soal menutup satu fase panjang yang emosional. Setelah bertahun-tahun identik dengan Daenerys, ia kini memilih ruang kerja yang lebih “membumi”—dan memastikan satu hal: naga bukan lagi bagian dari frame hidupnya.