18 May 2026, 15:39

Eksperimen Sosial Viral: Lukisan Asli Monet Diberi Label AI, Ribuan Kritikus Online Pun Tertipu

Lukisan asli Monet dilabeli AI di X oleh @SHL0MS, ribuan kritikus online tertipu dan hujat karya master impresionisme Prancis itu. Eksperimen viral 2026.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
289
Eksperimen Sosial Viral: Lukisan Asli Monet Diberi Label AI, Ribuan Kritikus Online Pun Tertipu
Lukisan Water Lilies karya Claude Monet (1915) yang kini tersimpan di Neue Pinakothek, Munich — viral usai dilabeli AI dan mengelabui ribuan kritikus di platform X. (Foto; Claude Monet)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Sebuah eksperimen sosial yang dirancang oleh seniman konseptual anonim berakun X @SHL0MS berhasil mempermalukan ribuan pengguna internet sekaligus membakar perdebatan global soal bias manusia terhadap kecerdasan buatan. Pada 12 Mei 2026, @SHL0MS mengunggah foto lukisan otentik Claude Monet berjudul Seerosen ke platform X dan mengklaimnya sebagai hasil generasi AI, lalu mengajak publik menjelaskan sedetail mungkin apa yang membuat karya tersebut kalah dibanding lukisan Monet asli. Hasilnya: ratusan akun, termasuk yang mengaku sebagai kritikus dan profesional seni, berebut memberikan analisis mendalam atas “kegagalan” AI — yang ternyata tidak pernah ada.

Pengguna bahkan menambahkan label resmi X bertuliskan “Made with AI” pada unggahan tersebut untuk mempertebal tipu muslihat yang ia pasang. Dalam hitungan hari, postingan itu meraup lebih dari 4 juta tayangan dan menyebar ke berbagai platform media sosial lainnya.

Gelombang kritik pun mengalir deras. Akun @egg_oni menulis, “Saya kecewa harus menunjuknya. Tidak ada kohesi pada pilihan kedalaman dan warna. Pantulan pohon menyatu dengan teratai tanpa memperhatikan kedalaman spasial sama sekali.”

Sementara @jordoxx berkomentar, “Pantulan dalam seni AI hanyalah kebisingan yang ditebarkan sembarangan. Monet benar-benar memahami bagaimana cahaya bekerja di atas air.”

Satu pengguna yang mengidentifikasi dirinya sebagai seniman bahkan menulis, “Tidak seperti Monet, model AI Anda tidak melukis dengan rabun parah dan semangat dramatis di tengah pemberontakan artistik Paris. Inferior.”

Fakta pahitnya: lukisan yang dihujat itu adalah karya Water Lilies yang diciptakan sekitar tahun 1915 dan kini terpajang di Neue Pinakothek, Munich, Jerman. Saat kebenarannya terungkap, perdebatan panas dari komunitas Reddit di r/singularity, r/StableDiffusion, hingga r/ChatGPT ikut memanas, mengubah provokasi kecil ini menjadi debat besar soal selera, keaslian, dan kepercayaan digital. Sejumlah akun yang sebelumnya paling vokal diam-diam menghapus komentarnya.

Eksperimen ini mengungkap bukan sekadar ketidakmampuan orang membedakan karya AI dari karya manusia — melainkan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan: begitu pengguna diberi tahu sebuah lukisan adalah hasil AI, mereka menemukan persis apa yang sudah mereka ekspektasikan. Label-lah yang bekerja, bukan gambarnya. Ini bukan fenomena baru. Studi Kruger tahun 2004 soal effort heuristic menemukan bahwa orang menilai karya seni lebih tinggi jika mereka percaya karya tersebut dibuat dengan waktu dan usaha lebih besar. Adapun riset yang diterbitkan di jurnal Nature pada 2024 menunjukkan bahwa manusia cenderung menyukai seni AI — selama mereka tidak tahu itu dibuat oleh AI.

Insiden ini sekaligus menelanjangi betapa tidak andalnya deteksi gambar AI pada 2026, baik oleh manusia maupun alat otomatis. Ribuan pengguna dengan percaya diri mengidentifikasi “artefak AI” pada sapuan kuas yang telah tergantung di museum selama lebih dari satu abad. Seperti ditegaskan Futurism dalam liputannya, di internet yang semakin penuh konten palsu, analisis dari pakar sejati kini lebih berharga dari sebelumnya — dan skandal Monet ini adalah pengingat keras bahwa label seringkali lebih berkuasa dari kenyataan itu sendiri.

Berita Terkait