TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Direktorat Digital Antarkementerian Prancis (DINUM) mengumumkan pada 8 April 2026 bahwa lembaganya akan bermigrasi dari Windows ke Linux, sekaligus mewajibkan seluruh kementerian menyusun rencana eliminasi ketergantungan digital terhadap teknologi di luar Eropa paling lambat musim gugur 2026. Kebijakan ini mencakup sistem operasi, perangkat kolaborasi, platform kecerdasan buatan, basis data, hingga infrastruktur jaringan, dan menjadi langkah kedaulatan digital paling ambisius yang pernah diambil negara demokrasi Barat besar, sebagaimana dilaporkan TechCrunch dan Tom’s Hardware. Menteri Aksi Publik Prancis, David Amiel, menyampaikan pernyataan yang langsung viral di kalangan komunitas teknologi global.
“Negara tidak bisa lagi sekadar mengakui ketergantungannya, ia harus membebaskan diri. Kita perlu mengurangi ketergantungan pada alat-alat Amerika dan merebut kembali kendali atas masa depan digital kita,” kata Amiel, dikutip gHacks Tech News.
DINUM, yang mempekerjakan sekitar 250 personel, akan memulai transisi dengan memigrasikan workstation internalnya sendiri ke Linux sebagai fase percontohan, sebelum penyebaran lebih luas ke seluruh kementerian yang mencakup sekitar 2,5 juta pegawai sipil. Tidak ada distribusi Linux spesifik yang ditetapkan secara nasional; masing-masing kementerian diperbolehkan memilih distribusi sesuai kebutuhan operasionalnya, menurut laporan The Defense News.
Proyek ini memiliki preseden sukses: sistem GendBuntu milik Gendarmerie Nationale kini berjalan di 103.164 workstation, mewakili 97 persen armada komputasi pasukan tersebut, dengan penghematan sekitar dua juta euro per tahun dan penurunan total biaya kepemilikan hingga 40 persen. Di tingkat Eropa, negara bagian Jerman Schleswig-Holstein mencatat penghematan lisensi senilai 15 juta euro sepanjang 2026 setelah menyelesaikan hampir 80 persen migrasi dari 30.000 workstation-nya, memperkuat argumen bahwa eksodus dari ekosistem Microsoft bukan sekadar idealisme, melainkan kalkulasi ekonomi yang solid.
DINUM menjadwalkan forum “Pertemuan Digital Industri” pertama pada Juni 2026 untuk membangun koalisi publik-swasta di seputar agenda kedaulatan digital Eropa ini, sementara Microsoft hingga saat ini belum memberikan komentar resmi atas seluruh pengumuman Prancis tersebut.