18 May 2026, 15:28

China Cetak 470 Drama AI per Hari, WHO Peringatkan Target Kesehatan 2030 Hampir Mustahil

China cetak 470 drama AI per hari, sementara WHO peringatkan target kesehatan SDG 2030 mustahil tercapai akibat malaria, HIV, dan malnutrisi.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
1,250
China Cetak 470 Drama AI per Hari, WHO Peringatkan Target Kesehatan 2030 Hampir Mustahil
Robot bedah AI berlengan empat dalam pameran teknologi, simbol lompatan AI China yang kontras dengan peringatan WHO soal krisis kesehatan global 2030. (CGTN)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Dua sinyal peringatan mengguncang panggung global pekan ini: mesin konten AI China yang mencetak ratusan drama pendek setiap harinya, dan alarm keras WHO bahwa target kesehatan dunia 2030 nyaris tidak mungkin tercapai.

Sepanjang Januari 2026, platform-platform China meluncurkan lebih dari 14.600 drama pendek hasil AI — setara 470 judul baru setiap hari. Pada Februari, 127.800 judul sudah beredar aktif di ekosistem streaming dan media sosial negara itu. MIT Technology Review melaporkan, proporsi drama pendek AI dalam 100 drama teratas melonjak dari 7 persen menjadi 38 persen hanya dalam setahun, dengan nilai pasar diproyeksikan mencapai 24 miliar yuan atau sekitar Rp552 triliun pada 2026.

Lompatan ini ditopang alat seperti Seedance 2.0 — dirilis tim terkait ByteDance pada Februari 2026 — dengan tingkat output yang dapat digunakan melampaui 90 persen, menyelesaikan kendala lama soal konsistensi karakter dan gerakan kamera.

“Tidak ada yang datang ke drama pendek dengan ekspektasi seni tinggi,” kata investor Shangguan Hong, mantan mitra Legend Capital, kepada MIT Technology Review.

“Drama pendek sudah berbasis data real-time. AI hanya memperkuat logika itu — keduanya memang sangat kompatibel.”

Di sisi lain, World Health Statistics 2026 yang diterbitkan WHO pada 13 Mei 2026 menyimpulkan bahwa kemajuan kesehatan global tidak merata, melambat, bahkan berbalik arah — membuat dunia jauh dari jalur pencapaian SDG pada 2030. Tercatat 1,3 juta kasus HIV baru pada 2024, insiden malaria naik 8,5 persen sejak 2015, dan 42,8 juta anak menderita malnutrisi parah — semua melampaui ambang batas target 2030.

Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan laporan ini mencerminkan ketimpangan yang persisten, di mana perempuan, anak-anak, dan komunitas terpinggirkan masih tidak mendapatkan kondisi dasar untuk hidup sehat.

WHO mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan global untuk segera membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkeadilan sebelum krisis berikutnya datang.

Berita Terkait