01 January 2026, 22:20

Bupati Aceh Tamiang “Ketok Pintu” Prabowo: Minta 42.727 Huntap Korban Banjir-Longsor Segera Dibangun

Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,417
Bupati Aceh Tamiang “Ketok Pintu” Prabowo: Minta 42.727 Huntap Korban Banjir-Longsor Segera Dibangun
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta pemerintah segera membangun 42 ribu hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana banjir dan longsor di wilayahnya. (ANTARA FOTO/AMPELSA)

ACEH TAMIANG,Perspektif.co.id - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayahnya. Permintaan itu disampaikan Armia di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas saat agenda peninjauan penanganan pascabencana di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026).

Armia menyebut dampak bencana di Aceh Tamiang tergolong berat, dengan banyak rumah warga mengalami kerusakan parah hingga hilang. Berdasarkan pendataan yang dihimpun dari aparatur desa, jumlah rumah yang hilang disebut mencapai puluhan ribu unit. “Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit,” ujar Armia dalam rapat tersebut.

Dengan angka itu, Armia menyampaikan kebutuhan huntap yang harus segera dipenuhi berada di kisaran 42 ribu unit. “Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah huntap atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit,” imbuhnya. 

Di tengah kebutuhan hunian permanen, Armia juga menyatakan pembangunan hunian sementara (huntara) sudah mulai berjalan bertahap, salah satunya dibantu oleh Danantara. Dalam laporan yang juga dimuat Antara, Armia menyampaikan apresiasi karena daerahnya sudah mulai mendapatkan dukungan huntara, sembari mendorong agar pembangunan huntap segera menyusul. 

Selain rumah, Armia turut meminta dukungan pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan logistik masyarakat selama masa pemulihan. Ia menyebut pemerintah daerah telah menghitung kebutuhan pokok untuk beberapa bulan ke depan, karena Aceh Tamiang diperkirakan belum pulih sepenuhnya dan perekonomian warga masih terpukul.

Kami mempunyai jumlah penduduk 313.245 jiwa. Kami sudah menghitung juga dengan Bappanas, kebutuhan akan beras, telur, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan, pak presiden,” kata Armia. 

Armia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti permohonan itu melalui surat resmi kepada kementerian terkait agar kebutuhan pangan enam bulan bisa dipenuhi. Ia menekankan, bantuan logistik dibutuhkan agar warga tetap bertahan saat pemulihan berjalan dan roda ekonomi lokal belum kembali normal. 

Berita Terkait