02 December 2025, 22:58

BMKG Warning! Siklon Tropis Senyar Menguat, 6 Wilayah Sumatera Diminta Siaga Penuh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan bagi enam wilayah di Pulau Sumatera.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,273
BMKG Warning! Siklon Tropis Senyar Menguat, 6 Wilayah Sumatera Diminta Siaga Penuh
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem (Herianto Batubara/detikcom)

Perspektif.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan bagi enam wilayah di Pulau Sumatera menyusul berkembangnya Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka menjadi Siklon Tropis Senyar. Sistem siklon yang mulai aktif pada Rabu (26/11/2025) pukul 07.00 WIB itu kini bergerak mendekati daratan Aceh dan berpotensi memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang. 

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, suplai uap air yang melimpah dari perairan hangat Selat Malaka memicu pertumbuhan awan konvektif secara intens di kawasan utara Sumatera. Saat ini, pusat Siklon Tropis Senyar terpantau berada di koordinat 5,0° LU dan 98,0° BT dengan tekanan minimum 998 hPa serta kecepatan angin maksimum sekitar 43 knot atau mendekati 80 kilometer per jam. 

“Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih berada di wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 4 knot. Dalam 48 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan menurun menjadi depresi tropis,” papar Faisal dalam konferensi pers di Gedung Command Center MHEWS, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Meski intensitasnya diproyeksikan melemah, BMKG menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai. Risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir pesisir (rob), tanah longsor, hingga pohon tumbang dinilai meningkat di sejumlah area yang terdampak langsung sirkulasi Senyar. Enam wilayah yang diminta siaga adalah:

  1. Aceh
  2. Sumatera Utara
  3. Riau
  4. Kepulauan Riau
  5. Sumatera Barat
  6. Wilayah sekitar Selat Malaka
  7.  

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa dampak utama dari siklon ini berupa hujan sangat lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatera Utara, serta hujan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera Barat dan Riau. Selain hujan deras, sejumlah wilayah juga berpotensi dilanda angin kencang.

“Angin kencang kami perkirakan terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Kepulauan Riau, dan Riau, sehingga potensi kerusakan pada infrastruktur ringan, pohon tumbang, maupun gangguan jaringan listrik perlu diantisipasi,” jelas Guswanto.

Untuk sektor maritim, BMKG mencatat adanya peningkatan signifikan tinggi gelombang di beberapa perairan strategis. Gelombang kategori sedang, berkisar 1,25 hingga 2,5 meter, berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir. Sementara itu, gelombang kategori tinggi, antara 2,5 hingga 4,0 meter, diperkirakan muncul di Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, hingga Samudra Hindia barat Aceh–Nias.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyoroti bahwa kejadian siklon tropis di sekitar Selat Malaka tergolong tidak biasa. Secara geografis, Indonesia berada dekat garis khatulistiwa yang umumnya kurang mendukung proses pembentukan siklon tropis.

“Dalam lima tahun terakhir cukup banyak siklon tropis yang bergerak mendekati wilayah Indonesia dan memberikan dampak signifikan. Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar ini tidak umum, apalagi jika jalurnya sampai melintasi daratan,” ujar Andri.

BMKG meminta pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku sektor kelautan dan transportasi untuk mencermati potensi gangguan akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Langkah antisipatif seperti menunda pelayaran berisiko, mengamankan perahu dan kapal, hingga membatasi aktivitas di laut disarankan untuk meminimalkan kerugian.

Faisal menegaskan bahwa peringatan yang dikeluarkan BMKG tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kecemasan berlebihan, tetapi mendorong kesiapsiagaan lebih dini di lapangan.

“Dengan prinsip awas, siaga, selamat, diharapkan peringatan dini BMKG dapat dimitigasi dengan baik demi meminimalkan kerusakan dan korban jiwa. Early warning harus diikuti early action menuju zero victim,” tegasnya. 

BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari saluran resmi, mengamankan saluran drainase, menjauhi daerah rawan longsor, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang melanda.

Berita Terkait