04 December 2025, 16:01

BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pesisir Banten, Catat Tanggal dan Lokasinya!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di Provinsi Banten

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,612
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pesisir Banten, Catat Tanggal dan Lokasinya!
Foto: Banjir rob masih menggenangi kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, selama hampir satu pekan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

BANTEN, Perspektif.coid - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di Provinsi Banten, khususnya yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir, terkait potensi banjir pesisir (rob) dalam beberapa pekan ke depan.

Potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena fase bulan purnama (supermoon) yang terjadi pada Kamis (4/12/2025) malam, disusul fase bulan baru pada 20 Desember 2025. Kombinasi dua fase bulan tersebut berpotensi mendorong kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah.

“Kombinasi dua fase bulan tersebut dapat menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dari biasanya,” tulis BMKG Kota Serang dalam keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram @bmkgkotaserang, Kamis (4/12/2025).

Berdasarkan hasil pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG merinci sejumlah wilayah pesisir di Banten yang berpotensi mengalami banjir rob beserta periode waktunya sebagai berikut:

  1. Pesisir Selat Sunda bagian barat, Kabupaten Pandeglang (Kecamatan Labuan):
    Berpotensi banjir rob pada 10–16 Desember 2025 dan 23–24 Desember 2025.
  2. Pesisir utara Kabupaten Serang (Kecamatan Kasemen, Pontang, dan Tirtayasa):
    Berpotensi terdampak pada 5–13 Desember 2025 dan 20–26 Desember 2025.
  3. Pesisir utara Kabupaten Tangerang (Kecamatan Teluknaga dan Kosambi):
    Berpotensi banjir rob pada 5–13 Desember 2025 dan 20–26 Desember 2025.
  4. Pesisir selatan Kabupaten Lebak (Kecamatan Bayah):
    Diprakirakan berpotensi terdampak pada 9–17 Desember 2025 dan 21–28 Desember 2025.
  5. Pesisir selatan Kabupaten Pandeglang (Kecamatan Cikeusik):
    Berpotensi mengalami banjir rob pada 9–17 Desember 2025 dan 21–28 Desember 2025.

BMKG mengingatkan, potensi banjir rob di wilayah-wilayah tersebut dapat mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, memengaruhi kegiatan perikanan tangkap maupun budidaya, serta menghambat proses bongkar muat di pelabuhan.

Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal dan bekerja di zona pesisir seperti nelayan, pengelola pelabuhan, pelaku usaha perikanan, hingga warga di permukiman pantai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan muka air laut saat periode pasang maksimum, serta mengamankan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi dan aman.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG. Mari bersama-sama tetap waspada, siaga, dan antisipatif terhadap potensi dampak pasang maksimum akibat fenomena astronomi ini,” tegas BMKG Kota Serang.

BMKG juga mengimbau agar pemerintah daerah, aparat setempat, dan pengelola infrastruktur vital di kawasan pantai menyusun langkah antisipatif, termasuk penyesuaian jadwal operasional di pelabuhan dan pengaturan aktivitas di wilayah berisiko tinggi selama periode pasang maksimum berlangsung.

Berita Terkait