Perspektif.co.id - Rumah produksi Visual Media Studio (VMS Studio) menjadi salah satu sorotan di JAFF Market 2025 setelah menghadirkan booth unik berbentuk replika kokpit pesawat.
Konsep imersif itu menarik perhatian pelaku industri dan publik yang ingin merasakan pengalaman “jadi pilot”, sekaligus jadi panggung VMS memperkenalkan jajaran proyek film yang disiapkan rilis dan diproduksi sepanjang 2026.
Selama gelaran JAFF Market 2025, booth VMS ramai disambangi sejumlah figur publik dan pekerja film. Beberapa nama yang turut hadir antara lain Giring Ganesha, Rano Karno, Tom Lembong, Arya Saloka, Putri Marino, Caitlin Halderman, Acha Septriasa, Claresta Taufan, Donny Damara, Dennis Adhiswara, Bayu Skak, hingga Nayla Purnama. Selain instalasi kokpit, VMS juga menggelar program talkshow bersama jajaran bintang serta membagikan kopi gratis untuk pengunjung.
VMS Studio memanfaatkan momentum tersebut untuk mengumumkan sejumlah judul film yang akan datang. Salah satunya Penerbangan Terakhir yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 15 Januari 2026.
Selain itu, VMS juga menyiapkan beberapa proyek lain, mulai dari Hope (adaptasi dari film Korea Selatan), Keluarga Suami Adalah Hama (adaptasi dari film pendek di platform Noice), hingga film horor Jurit Malam.
Para pemeran Penerbangan Terakhir seperti Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque juga turut hadir di JAFF Market 2025 untuk bertemu penonton dan membagikan cerita proses produksi film tersebut. Dari sisi kreator, VMS menggandeng sederet sutradara yang dikenal lewat warna genre masing-masing. Benni Setiawan dijadwalkan menyutradarai Penerbangan Terakhir dan Hope, Anggy Umbara menggarap Keluarga Suami Adalah Hama, sementara sutradara muda Kevin Rahardjo dipercaya untuk Jurit Malam.
Yang juga mencuri atensi, produser VMS Studio Tony Ramesh disebut terlibat sebagai co-produser untuk film yang banyak dinantikan, Laut Bercerita, adaptasi novel populer karya Leila Chudori. VMS juga menyebut Penerbangan Terakhir dan Laut Bercerita sempat masuk daftar Hot Picks dari media internasional Variety.
“Tujuan kami di VMS Studio adalah menghadirkan cerita-cerita yang menginspirasi penontonnya. Melalui berbagai judul dari beragam genre yang telah kami umumkan di JAFF Market 2025, kami ingin menegaskan komitmen kami di industri perfilman Indonesia, untuk memperkaya keragaman cerita di layar, yang beresonansi dengan penonton dan masyarakat Indonesia,” ujar Tony Ramesh.
VMS Studio sendiri merupakan rumah produksi berbasis di Jakarta yang berdiri pada 2022. Proyek perdananya, Pemandi Jenazah, menjadi pijakan awal yang memperkuat posisi VMS di industri film. VMS menyatakan akan terus mendorong eksplorasi cerita lintas genre dengan target menjangkau penonton lokal maupun global.
Sementara itu, VMS mengajak publik mengikuti pembaruan proyek-proyek mereka melalui kanal media sosial resmi. Adapun film Penerbangan Terakhir dijadwalkan mulai tayang 15 Januari 2026 di bioskop Indonesia.***