05 December 2025, 13:31

Banjir Rob Terjang Pesisir Pasuruan, 10 Desa dan 4 Kelurahan Masih Tergenang Jelang Puncak Malam Ini

Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,820
Banjir Rob Terjang Pesisir Pasuruan, 10 Desa dan 4 Kelurahan Masih Tergenang Jelang Puncak Malam Ini
Banjir rob yang melanda di kawasan pesisir Kota Pasuruan, Jawa Timur yang menggenangi jalan-jalan kampung dan sebagian masuk rumah warga, Kamis (4/12/2025) (Dok. Warga Mandaran)

PASURUAN, Perspektif.co.id  – Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Puncak genangan diperkirakan terjadi pada Jumat (5/12/2025) malam, setelah tiga hari berturut-turut air laut naik dan menggenangi permukiman warga yang berada dekat garis pantai.

Sedikitnya 10 desa di wilayah Kabupaten Pasuruan terdampak banjir rob. Petugas Satpolairud Polres Pasuruan Kota, Aiptu Laswanto, merinci sejumlah desa yang terpapar luapan air laut tersebut. Di Kecamatan Kraton, banjir rob melanda Desa Pulokerto, Semare, dan Kalirejo. Sementara di Kecamatan Lekok, air pasang masuk ke Desa Tambaklekok, Jatisari, Wates, dan Semedusari. Di Kecamatan Nguling, genangan juga terjadi di Desa Mlaten dan Kedawung.

Di wilayah pesisir Kota Pasuruan, banjir rob merendam empat kelurahan, yakni Panggungrejo, Mandaranrejo, Tambaan, dan Ngemplakrejo. Rata-rata ketinggian air di permukiman warga berada di kisaran 10–20 sentimeter. “Kawasan Pelabuhan Pasuruan antara 15–20 sentimeter. Untuk Desa Pulokerto dan sebagian wilayah Kecamatan Rejoso, banjir rob merendam area tambak ikan milik warga setempat,” kata Laswanto.

Genangan tidak hanya memasuki jalan kampung, tetapi juga area tambak yang menjadi sumber penghidupan penduduk pesisir. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekonomi warga bila banjir rob bertahan lebih lama.

Sya’roni (31), warga Kelurahan Mandaranrejo, mengungkapkan bahwa puncak banjir rob diprediksi terjadi pada Jumat malam. Berdasarkan pengalaman beberapa hari terakhir, air mulai naik ke jalan permukiman sejak awal malam. “Banjir rob ini sudah tiga hari terjadi, malam nanti diperkirakan puncaknya. Banjir kali ini lebih lama. Ketinggian genangan air diperkirakan naik juga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Abdul Choliq, warga Kelurahan Tambaan. Ia menyebut banjir rob merupakan fenomena yang hampir rutin terjadi setiap bulan di pesisir Pasuruan. Namun, pada periode kali ini durasinya lebih panjang dan berlangsung beberapa malam berturut-turut. “Untuk banjir rob di bulan ini diperkirakan sepekan, mulai tanggal 2–9 Desember 2025, datangnya malam hari. Puncaknya nanti malam, Jumat,” kata Abdul

Berita Terkait