TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple diam-diam mendorong pembaruan pada sejumlah aplikasi pihak ketiga di App Store, dan catatan rilis yang muncul menyiratkan bahwa pembaruan itu datang dari Apple, bukan dari pengembang aplikasi. AppleInsider pada 6 April 2026 melaporkan bahwa perubahan itu terlihat pada aplikasi lama maupun baru, sementara MacRumors juga mencatat pesan serupa yang berbunyi bahwa pembaruan tersebut berasal “from Apple” dan tidak menambahkan fitur baru. Hingga kini, Apple belum memberi penjelasan resmi soal alasan di balik langkah itu.
AppleInsider menilai pembaruan itu kemungkinan berkaitan dengan penyesuaian di sisi backend atau pembaruan API, meski belum ada bukti publik bahwa kode aplikasi dirombak secara fungsional. Media yang sama juga mengingatkan bahwa Apple bukan baru kali ini ikut campur dalam siklus pembaruan aplikasi, karena perusahaan kerap memastikan aplikasi lama tetap kompatibel ketika sistem operasi berubah, termasuk lewat kebijakan untuk membersihkan aplikasi yang dianggap terbengkalai dari App Store.
Di sisi kebijakan, Apple sendiri menyebut bahwa mereka meninjau semua aplikasi, pembaruan aplikasi, bundle, in-app purchase, dan in-app event yang diajukan lewat App Store Connect untuk menjaga pengalaman yang aman dan tepercaya bagi pengguna. Dokumen resmi Apple Developer juga menjelaskan bahwa perubahan Apple di iOS, Safari, dan App Store untuk Uni Eropa mencakup lebih dari 600 API baru serta alat bagi pengembang, yang menegaskan betapa aktifnya kontrol Apple atas ekosistem aplikasinya.
“Pembaruan dari Apple ini akan meningkatkan fungsionalitas aplikasi ini. Tidak ada fitur baru yang disertakan.” Catatan pembaruan inilah yang dikutip AppleInsider dan juga dilaporkan MacRumors, sehingga memicu pertanyaan apakah Apple sedang melakukan pembaruan sistemik di balik layar.
“Kami meninjau semua aplikasi, pembaruan aplikasi ... untuk membantu memberikan pengalaman yang aman dan tepercaya bagi pengguna.” Begitu garis besar penjelasan resmi Apple Developer tentang proses App Review, yang menunjukkan bahwa Apple memang punya peran langsung dalam penyaringan dan validasi pembaruan aplikasi.