12 January 2026, 21:20

7 Makanan yang Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara: Dari Bayam sampai Salmon

Kanker payudara adalah kondisi ketika sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh tidak terkendali hingga dapat membentuk benjolan atau tumor ganas.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,344
7 Makanan yang Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara: Dari Bayam sampai Salmon
Ilustrasi. Kanker payudara merupakan sel-sel abnormal yang tumbuh tidak terkendali. Berikut beberapa makanan untuk cegah kanker payudara. (iStockphoto/spukkato)

Pespektif.co.id - Kanker payudara adalah kondisi ketika sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh tidak terkendali hingga dapat membentuk benjolan atau tumor ganas. Risiko penyakit ini dipengaruhi banyak faktor—mulai dari genetik, hormon, usia, berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok/alkohol, sampai pola makan. Karena itu, memperbaiki menu harian kerap disebut sebagai salah satu langkah pencegahan yang paling realistis, meski bukan “tameng absolut” dari kanker.

Sejumlah kajian ilmiah menunjukkan pola makan berbasis pangan utuh (whole foods)—lebih banyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta protein lebih sehat—berkaitan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah. American Cancer Society menekankan bahwa tidak ada kelompok makanan yang bisa memberi kekebalan total terhadap kanker payudara. “No food group will grant you immunity from breast cancer,” kata Deborah Axelrod, MD, pakar ASCO dari NYU Grossman School of Medicine, dalam artikel edukasi ACS tentang diet dan risiko kanker payudara. 

Dalam konteks itu, beberapa bahan pangan tertentu kerap masuk daftar “makanan yang berpotensi membantu menurunkan risiko” karena kandungan antioksidan, serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktifnya. Healthline, misalnya, merangkum sejumlah kelompok makanan yang ditautkan dengan penurunan risiko, seraya mengingatkan bahwa diet hanya salah satu bagian dari pencegahan, bukan satu-satunya jawaban. 

Berikut tujuh makanan yang sering disebut dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara jika dikonsumsi rutin sebagai bagian dari pola makan sehat, lengkap dengan alasan ilmiah yang banyak dibahas dalam peneli

1, bayam dan sayuran berdaun hijau lain (seperti kale dan sawi). Kelompok ini kaya antioksidan karotenoid—misalnya beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin—yang pada beberapa studi dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah, serta menjadi sumber folat (vitamin B) yang berperan penting dalam fungsi sel.

2, bawang putih (serta keluarga allium lain seperti bawang bombai dan daun bawang). Kelompok allium mengandung senyawa organosulfur, antioksidan flavonoid, dan vitamin C. Sejumlah studi observasional mengaitkan konsumsi bawang putih dan bawang yang lebih tinggi dengan penurunan risiko kanker payudara pada populasi tertentu, meski hasilnya tetap perlu dibaca hati-hati karena dipengaruhi pola makan dan gaya hidup keseluruhan. 

3, brokoli dan sayuran silangan (cruciferous) seperti kol, kubis, dan kembang kol. Kelompok ini mengandung glukosinolat yang dapat diubah tubuh menjadi molekul seperti isothiocyanates, yang kerap diteliti karena potensi antikankernya. Studi jangka panjang juga menunjukkan konsumsi sayuran tertentu—termasuk kelompok silangan—berhubungan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah pada sebagian subtipe.

4, gandum dan biji-bijian utuh (whole grains) seperti beras merah, barley, quinoa, dan rye. Biji-bijian utuh kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Healthline merangkum adanya temuan bahwa asupan karbohidrat “berkualitas tinggi” seperti whole grains dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara pada studi kohort yang mengikuti responden dalam periode panjang. Selain itu, panduan American Cancer Society juga menekankan pentingnya serat dari pangan nabati utuh untuk membantu menjaga berat badan sehat—faktor yang berkaitan dengan risiko berbagai kanker. 

5, jeruk dan buah sitrus lain seperti lemon, jeruk nipis, serta grapefruit. Kelompok sitrus kaya folat, vitamin C, karotenoid, dan flavonoid (misalnya quercetin, hesperetin, naringenin). Riset observasional mengaitkan konsumsi buah dan sayur yang lebih tinggi—termasuk kelompok tertentu—dengan penurunan risiko kanker payudara, walau besaran efek dapat berbeda antar populasi dan subtipe kanker.

6, kacang-kacangan (legumes) seperti kacang hitam, kacang merah, buncis, dan chickpeas. Kelompok ini menonjol dari sisi serat dan mineral, yang berperan pada metabolisme dan kesehatan usus. Healthline mengutip studi pada perempuan di Nigeria yang menemukan mereka yang konsumsi kacang-kacangan paling tinggi memiliki risiko kanker payudara lebih rendah dibanding kelompok konsumsi terendah, dengan angka penurunan yang dilaporkan bisa mencapai sekitar 28 persen. 

7, ikan salmon dan ikan berlemak lain. Ikan berlemak kaya omega-3, selenium, dan antioksidan seperti astaxanthin, yang banyak diteliti terkait peradangan dan kesehatan metabolik. Sejumlah penelitian menemukan konsumsi ikan berlemak berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara pada sebagian studi, meski konsistensi hasil bisa berbeda tergantung desain penelitian dan pola makan responden.

Berita Terkait