15 March 2026, 15:09

TelkomGroup Kerahkan 13.200 Personel dan 22 Posko Siaga Jaga Jaringan Sepanjang Mudik Lebaran 2026

TelkomGroup kerahkan 13.200 personel & 22 posko siaga 24 jam selama mudik Lebaran 2026, siapkan kapasitas jaringan 60,7 Tbps antisipasi lonjakan trafik.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
321
TelkomGroup Kerahkan 13.200 Personel dan 22 Posko Siaga Jaga Jaringan Sepanjang Mudik Lebaran 2026
Personel lapangan TelkomGroup melakukan penguatan infrastruktur menara BTS di sepanjang jalur mudik sebagai bagian dari operasi SIAGA RAFI 2026, 13–30 Maret 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengaktifkan mesin perang infrastruktur digitalnya secara penuh menjelang gelombang arus mudik Idulfitri 1447 H. Berkoordinasi langsung dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lewat Apel Bersama Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Optimal 2026 yang digelar di Jakarta pada Jumat (13/3/2026), TelkomGroup meresmikan program TelkomGroup SIAGA RAFI 2026 — sebuah operasi pengamanan jaringan nasional berskala besar yang berlangsung 24 jam penuh sepanjang 13 hingga 30 Maret 2026. Apel tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Komdigi Dr. Ir. Ismail, M.T., yang menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, operator, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menjaga kestabilan konektivitas di periode paling kritis sepanjang tahun.

Sebanyak 22 posko dioperasikan dalam program ini — terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko yang dikelola oleh operating company TelkomGroup — didukung lebih dari 480 petugas pengendalian dan lebih dari 13.200 personel lapangan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Seluruh infrastruktur komando ini bermuara di Command Center Telkom Integrated Operation Center (TIOC) Jakarta, yang pada hari yang sama menjadi lokasi kick-off resmi Posko SIAGA RAFI 2026, diikuti secara daring oleh semua titik posko di Nusantara. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan komitmen penuh seluruh ekosistem perusahaan dalam mengawal momen silaturahim terbesar bangsa ini.

“Seluruh ekosistem TelkomGroup berkomitmen untuk berkolaborasi dan menghadirkan konektivitas yang mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga momen silaturahmi dapat tetap terjalin dengan lancar di seluruh wilayah Indonesia,” kata Dian, seperti dikutip dari keterangan resmi Telkom pada Sabtu (14/3/2026).

Di sisi kapasitas teknis, angkanya tak main-main. TelkomGroup memproyeksikan lonjakan trafik fixed broadband hingga 9,2 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan estimasi beban puncak mencapai 30,3 Tbps. Untuk mengantisipasi tekanan itu, melalui anak usaha InfraNexia, kapasitas jaringan telah diperluas hingga 60,7 Tbps  — dua kali lipat dari proyeksi puncak. Sementara di sisi mobile broadband, puncak payload nasional diperkirakan menyentuh sekitar 70,85 petabyte, atau melonjak sekitar 11,1 persen dibanding hari normal.

Jaringan mobile broadband TelkomGroup sendiri kini mencakup lebih dari 229 ribu Base Transceiver Station (BTS) dengan jangkauan sinyal yang telah menjangkau 97 persen wilayah Indonesia. Penguatan kapasitas dilakukan di seluruh lapisan jaringan inti dan platform digital untuk menopang kebutuhan streaming, gaming, komunikasi, hingga transaksi ekonomi digital yang diprediksi melonjak tajam selama periode libur panjang. Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menyebut bahwa kesiapan ini bukan hasil kerja satu entitas, melainkan sinergi menyeluruh yang diorkestrasi oleh PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai tulang punggung koordinasi infrastruktur.

“TelkomGroup memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional jaringan secara end-to-end melalui sinergi lintas entitas, sehingga layanan konektivitas dapat tetap terjaga dan andal,” ujar Nanang, seperti dikutip dari Koran Jakarta.

Nanang menambahkan bahwa langkah-langkah antisipatif telah dieksekusi sejak jauh hari, mulai dari stress test performa jaringan, penguatan fisik infrastruktur, hingga optimalisasi sistem monitoring dan perangkat IT tools guna memperketat pengawasan selama RAFI 2026.

“Dengan dukungan seluruh kapabilitas jaringan TelkomGroup, kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat menikmati pengalaman digital yang lancar di berbagai titik aktivitas, termasuk jalur mudik dan pusat layanan publik,” tegasnya.

Di lini operasional, TelkomGroup mengintegrasikan platform Smart Command Center untuk pemantauan infrastruktur secara real-time lewat dashboard terpadu, serta memanfaatkan platform Telkomcare guna memonitor tiket gangguan dan peringatan di titik-titik Point of Interest (PoI), sehingga potensi masalah jaringan bisa dideteksi dan diatasi lebih cepat. Pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus lintas entitas TelkomGroup turut memperkuat rantai respons insiden sepanjang periode RAFI.

Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menegaskan bahwa stabilitas jaringan telekomunikasi menjadi faktor krusial di momen ini, mengingat aktivitas digital masyarakat melonjak signifikan selama Ramadan hingga Idulfitri — mulai dari komunikasi, hiburan streaming, hingga berbagai transaksi ekonomi berbasis platform digital. Posko bersama yang melibatkan Indosat, Telkomsel, dan XLSmart juga ditempatkan di sembilan lokasi strategis nasional, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, sebagaimana dilaporkan Wartaekonomi.

Mengusung tema “Hadir Tanpa Henti, Layani Sepenuh Hati”, operasi SIAGA RAFI 2026 menandai babak baru kesiapan infrastruktur digital Indonesia — bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan uji nyata kapasitas ekosistem telekomunikasi nasional menghadapi tekanan trafik data terbesar dalam satu tahun.

Berita Terkait