TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei dan iQOO secara resmi meluncurkan inovasi teknologi terbaru mereka di Tiongkok pada awal Februari 2026 sebagai langkah besar mendominasi pasar smartphone global tahun ini. Huawei memperkenalkan HarmonyOS 6 "Pure Blood" yang sepenuhnya mandiri, sementara iQOO merilis flagship iQOO 15 Ultra yang mengusung spesifikasi perangkat keras paling ekstrem di kelasnya. Kehadiran kedua produk ini menandai era baru di mana ketergantungan pada ekosistem luar mulai ditinggalkan demi efisiensi sistem dan daya tahan baterai yang revolusioner.
"HarmonyOS 6 bukan sekadar pembaruan, melainkan fondasi masa depan di mana kami sepenuhnya terlepas dari ekosistem lama untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih privat dan efisien bagi pengguna," ujar perwakilan Huawei dalam laporan media lokal China, IT Home.
Sistem operasi ini menjadi sorotan media internasional seperti Reuters karena menggunakan mikrokernel buatan sendiri yang diklaim 30% lebih lancar daripada versi sebelumnya tanpa dukungan aplikasi Android sama sekali. Huawei menargetkan integrasi total antara ponsel, tablet, hingga mobil pintar melalui fitur 'Super Device' yang memungkinkan kendali ekosistem dalam satu sentuhan tanpa hambatan. Perubahan radikal ini memaksa para pengembang aplikasi global untuk segera bermigrasi ke format aplikasi asli milik Huawei agar tetap bisa diakses jutaan pengguna.
Di sisi perangkat keras, peluncuran iQOO 15 Ultra mengguncang jagat media sosial Weibo dengan baterai raksasa 7.400 mAh dan sistem pendingin kipas aktif terintegrasi untuk menopang chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Ponsel ini dirancang khusus untuk para pengguna berat yang membutuhkan daya tahan ekstra tanpa mengorbankan kecepatan pengisian daya yang tetap stabil di angka 100W. Penggunaan material silikon-karbon pada baterainya memungkinkan kapasitas besar tetap berada dalam bodi ponsel yang ramping dan nyaman digenggam.
"Tren tahun 2026 adalah perang kapasitas baterai; siapa yang bisa menawarkan daya tahan di atas 7.000 mAh dalam desain elegan akan memenangkan persaingan ketat di segmen flagship," tulis seorang analis teknologi senior dalam kolom Gizmochina.
Ekspansi teknologi ini mulai merambah pasar internasional, di mana model seperti Realme P4 Power 5G dengan baterai tembus 10.001 mAh juga mulai diperkenalkan untuk pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia. Langkah agresif produsen Tiongkok dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut dan perangkat keras monster ini diprediksi akan mengubah standar industri ponsel dunia secara permanen. Hal ini menciptakan tekanan besar bagi kompetitor global lainnya untuk segera mempercepat riset teknologi daya mereka agar tidak tertinggal jauh.
"Baterai 7.000 mAh adalah standar baru yang sudah lama saya tunggu, akhirnya kita bisa menggunakan ponsel seharian penuh untuk gaming tanpa perlu merasa cemas mencari stopkontak setiap beberapa jam," komentar seorang pengguna di platform media sosial X yang viral pekan ini.