BOGOR, Perspektif.co.id – Dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya, Jemaah Muslim Ahmadiyah Indonesia (JMAI) menginisiasi program penanaman 100 ribu pohon secara serentak di seluruh Indonesia. Aksi kolaboratif bertajuk “Hijaukan Indonesia, Lestarikan Bumi” ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Yayasan Alam Lestari Asih Sesama (ALAS), dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Kegiatan dimulai dari acara kick-off di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menandai pembukaan program penanaman yang akan berlangsung hingga akhir Desember 2025. Tercatat lebih dari 30 ribu bibit pohon telah disiapkan dan akan disebar ke 100 titik penanaman awal dari total 400 lokasi yang direncanakan.
Amir Nasional JMAI, Zaki Firdaus Syahid, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar gerakan simbolik, melainkan bagian dari kontribusi nyata komunitas Muslim dalam merespons krisis lingkungan dan perubahan iklim.
“Alhamdulillah atas karunia Allah SWT, kami meluncurkan gerakan nasional penanaman 100 ribu pohon di berbagai provinsi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan bibit dari Kementerian Kehutanan,” ujar Zaki.
Program ini juga bertepatan dengan peringatan 20 tahun ICRP, serta momentum perayaan semangat kemerdekaan nasional. Zaki menegaskan bahwa menanam pohon adalah bagian dari kewajiban moral umat untuk menjaga bumi, seraya menyebut bahwa seluruh anggota JMAI diwajibkan menanam minimal dua pohon setiap tahun.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kementerian Kehutanan, Nurul Iftitah, menyambut baik kolaborasi ini dan menilai gerakan JMAI sejalan dengan semangat pemerintah untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari JMAI dan ICRP. Pemerintah sendiri menargetkan setiap warga menanam 25 pohon seumur hidupnya. Gerakan seperti ini sangat penting untuk memperkuat partisipasi publik,” ungkap Nurul.
Pada pelaksanaan perdana di Ciseeng, lebih dari 200 pohon ditanam bersama warga di area yang telah disiapkan. Lokasi penanaman selanjutnya akan mencakup wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, dan Sumatera, dan dirancang agar berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
Zaki berharap bahwa kerja sama lintas lembaga ini akan terus berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan lebih banyak komunitas keagamaan, organisasi sipil, dan generasi muda.
“Menjaga lingkungan adalah menjaga kehidupan. Mari kita hijaukan Indonesia bersama-sama,” tutup Zaki.