19 February 2026, 17:08

Microsoft Pamerkan Terobosan Penyimpanan Data 10.000 Tahun, Dunia Teknologi Terkejut

Microsoft mengungkap Project Silica, teknologi penyimpanan data dalam kaca borosilikat yang mampu bertahan 10.000 tahun dan siap merevolusi arsip digital.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
1,141
Microsoft Pamerkan Terobosan Penyimpanan Data 10.000 Tahun, Dunia Teknologi Terkejut
Ilustrasi Project Silica Microsoft: penyimpanan data dalam kaca borosilikat tahan 10.000 tahun, gaya futuristik dan minimalis. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft mengumumkan terobosan besar dalam teknologi penyimpanan data jangka panjang melalui Project Silica, sebuah sistem yang mampu menyimpan informasi hingga 10.000 tahun di dalam kaca borosilikat—material yang biasa ditemukan pada peralatan dapur. Pengumuman ini dipublikasikan bersamaan dengan rilis makalah ilmiah di jurnal Nature, menandai langkah penting menuju solusi arsip digital yang lebih tahan lama dibanding media magnetik atau elektronik yang umumnya hanya bertahan beberapa dekade.

Perusahaan menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan mengukir data menggunakan laser femtosecond ke dalam lapisan kaca setebal 2 milimeter, menciptakan ratusan lapisan voxel yang dapat dibaca kembali hanya dengan satu kamera, bukan tiga atau empat seperti generasi sebelumnya. Pendekatan ini tidak hanya menurunkan biaya perangkat, tetapi juga mempercepat proses penulisan data.

“Kaca adalah bahan penyimpanan data permanen yang tahan terhadap air, panas, dan debu,” tulis tim Microsoft Research dalam publikasinya.

Pengembangan terbaru ini menggantikan penggunaan fused silica yang mahal dengan kaca borosilikat yang jauh lebih mudah diproduksi dan tersedia secara luas. Perubahan material ini dianggap sebagai langkah penting menuju komersialisasi karena menghilangkan hambatan biaya dan ketersediaan media penyimpanan. Selain itu, metode baru yang disebut phase voxels memungkinkan penulisan data dengan satu pulsa laser, sehingga meningkatkan efisiensi energi dan throughput penulisan.

“Setelah ditulis, itu tidak dapat diubah. Kamu sudah selesai,” ujar Richard Black, ilmuwan komputer yang memimpin Project Silica di Microsoft Research Cambridge, menegaskan bahwa data yang tersimpan tidak memerlukan proses penyalinan ulang seperti media magnetik.

Dalam pengujian akselerasi penuaan, data yang ditanamkan ke dalam kaca diperkirakan dapat bertahan setidaknya 10.000 tahun pada suhu ekstrem 290°C, dan berpotensi bertahan jauh lebih lama pada kondisi normal. Para peneliti juga menunjukkan bahwa satu keping kaca berukuran 12 sentimeter dapat menyimpan hingga 4,8 terabyte data—setara dua juta buku cetak.

“Dengan menunjukkan sistem yang lengkap, mereka telah menunjukkan bagaimana teknologi ini benar-benar dapat merevolusi industri pusat data,” kata Peter Kazansky, peneliti optoelektronika dari University of Southampton, yang menilai bahwa teknologi ini telah melampaui tahap eksperimen material dan memasuki fase sistem arsip yang dapat diterapkan.

Meski demikian, Microsoft belum mengumumkan jadwal produksi massal. Perusahaan menyatakan bahwa fase riset telah selesai dan kini mereka sedang mengevaluasi langkah selanjutnya untuk membawa teknologi ini ke pasar. Para analis menilai bahwa kebutuhan global terhadap penyimpanan data yang stabil dan hemat energi akan menjadikan Project Silica sebagai kandidat kuat untuk infrastruktur arsip masa depan.

Berita Terkait