27 February 2026, 05:28

Kemitraan Danantara–Arm Percepat Penguasaan Teknologi Chip Indonesia, Targetkan 15.000 Insinyur Siap Hadapi Industri Mas

Kemitraan Danantara–Arm percepat penguasaan teknologi chip Indonesia, latih 15.000 insinyur dan perkuat kedaulatan semikonduktor nasional.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
453
Kemitraan Danantara–Arm Percepat Penguasaan Teknologi Chip Indonesia, Targetkan 15.000 Insinyur Siap Hadapi Industri Mas
Ilustrasi kemitraan Danantara–Arm menampilkan chip digital dan konektivitas semikonduktor, simbol percepatan teknologi chip Indonesia dalam ekosistem global. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Penandatanganan kerja sama strategis antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dan Arm Limited di London menjadi momentum penting bagi ambisi Indonesia menguasai teknologi chip dari hulu. Kesepakatan yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto ini menandai langkah agresif pemerintah mempercepat transformasi digital nasional melalui penguatan kompetensi desain semikonduktor.

“Melalui kerja sama ini, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang menjadi fondasi inovasi digital modern,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pernyataannya.

Arm, perusahaan desain chip asal Inggris yang menguasai sekitar 96% teknologi chip otomotif global dan hampir 94% desain chip untuk pusat data serta kecerdasan buatan, dipilih sebagai mitra utama untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor dunia.

“Arm ini penguasa pasar semikonduktor terutama dari segi desain. Ini yang paling hulu dari industri semikonduktor itu sendiri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kerja sama ini mencakup pelatihan besar-besaran bagi 15.000 insinyur Indonesia melalui ekosistem Arm, baik dengan mengirimkan tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan instruktur Arm ke Indonesia. Program ini dirancang untuk membangun kemampuan desain chip nasional, termasuk pengembangan intellectual property (IP) yang dapat digunakan industri dalam negeri maupun dilisensikan ke perusahaan global.

“Kami akan memiliki IP sendiri. Perusahaan mana pun yang ingin menggunakan IP tersebut harus berbicara dengan Danantara,” tegas Airlangga, menegaskan ambisi Indonesia menjadi produsen nilai tambah, bukan sekadar konsumen teknologi.

CEO Danantara Rosan Roeslani menambahkan bahwa enam sektor prioritas akan menjadi fokus pengembangan chip, mulai dari otomotif, IoT, pusat data, perangkat rumah tangga, kendaraan listrik, hingga komputasi kuantum. Ia menyebut kerja sama ini sebagai lompatan besar yang akan memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.

“Harapannya membuat satu lompatan atau leapfrog industri di Indonesia,” ujar Rosan.

Pemerintah menilai langkah ini sejalan dengan agenda besar memperkuat ketahanan pangan, energi, dan transformasi ekonomi berbasis inovasi. Selain mempercepat penguasaan teknologi chip, ekosistem baru ini diharapkan menarik minat raksasa global seperti TSMC, Nvidia, dan SK Hynix untuk berinvestasi di Indonesia.

Berita Terkait