20 February 2026, 15:48

Jokowi Mendarat di India, Pagi Ini Masuk Forum Bloomberg Bahas “Kedaulatan AI” Bareng Tokoh Dunia

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri agenda internasional Bloomberg New Economy Forum di New Delhi, India.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
637
Jokowi Mendarat di India, Pagi Ini Masuk Forum Bloomberg Bahas “Kedaulatan AI” Bareng Tokoh Dunia
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Bloomberg New Economy Forum di India, Kamis (19/2). (Dok Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah via detikcom)

Perspektif.co.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri agenda internasional Bloomberg New Economy Forum di New Delhi, India. Jokowi tiba pada Kamis (19/2/2026) dan kedatangannya disambut Duta Besar RI untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. 

Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, menyampaikan Jokowi dijadwalkan mengikuti rangkaian utama forum pada Jumat (20/2) pagi. Menurut Syarif, forum tersebut akan menyoroti isu strategis yang kini menjadi perhatian banyak negara, yakni kedaulatan kecerdasan buatan atau AI sovereignty. 

“Rencananya akan ada sambutan dari PM Inggris Rishi Sunak dan Menteri Shri Ashwini Vaishnaw,” ujar Syarif. Ia menambahkan, agenda berlangsung sekitar pukul 07.30–09.00 dalam format diskusi saat sarapan di salah satu hotel di New Delhi. “Diskusi ini dipandu langsung oleh tim dari Bloomberg,” kata Syarif. 

Sejumlah sumber menyebut sesi yang dihadiri Jokowi dikemas sebagai breakfast meeting yang bersifat eksklusif dan mempertemukan pengambil kebijakan, pebisnis global, hingga investor. Dalam agenda tersebut, Jokowi dijadwalkan hadir di The Leela Palace Hotel, New Delhi. 

Masuknya isu kedaulatan AI ke panggung forum ekonomi global menegaskan arah kompetisi baru di ekonomi digital: bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan kemampuan negara membangun ekosistem AI yang mandiri, aman, dan tetap kompetitif. Dalam konteks itu, kehadiran Jokowi—yang beberapa kali tercatat mengikuti agenda Bloomberg New Economy—menjadi sorotan karena ia kerap mengaitkan digitalisasi dengan fondasi pertumbuhan ekonomi.

Syarif juga menjelaskan agenda Jokowi di India tidak hanya forum utama. Setibanya di lokasi, Jokowi mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang diinisiasi Dubes RI untuk India. “Setibanya Bapak Joko Widodo di The Leela Palace Hotel, beliau diajak oleh Bu Dubes, Bu Ina untuk buka puasa bersama,” ujar Syarif. 

Dalam kesempatan itu, menurut Syarif, turut hadir mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di India, termasuk pada bidang kecerdasan buatan dan disiplin ilmu terkait. “Berbuka dengan para mahasiswa yang sedang melaksanakan perkuliahan AI di India,” imbuhnya. 

Jejak Jokowi di forum Bloomberg sebelumnya juga memberi konteks mengapa ia kembali diundang. Pada Bloomberg New Economy Forum 2025 di Singapura, Jokowi menekankan pentingnya infrastruktur sebagai tulang punggung ekonomi, termasuk infrastruktur digital. “Tanpa infrastruktur yang kuat, ekonomi tidak dapat tumbuh,” ucap Jokowi saat itu. 

Dalam pidato yang sama, Jokowi menyoroti sistem pembayaran nasional QRIS sebagai contoh konkret pemerataan akses ekonomi digital. “QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal,” kata Jokowi, sembari menekankan penggunaannya dari pedagang kecil hingga perusahaan besar. 

Narasi tersebut beririsan dengan tema yang dibawa di India: kedaulatan AI. Jika pada forum sebelumnya Jokowi menekankan fondasi infrastruktur dan ekosistem ekonomi digital, maka isu AI sovereignty kini memperluas diskusi ke arah penguasaan teknologi strategis, tata kelola data, keamanan, serta posisi negara dalam rantai nilai industri berbasis AI.

Berita Terkait