15 March 2026, 14:26

Waspada! Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Saat Nyepi dan Idul Fitri, Gubernur Pramono Anung Ingatkan Warga

Jakarta diperkirakan akan mengalami hujan bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini.

Reporter: M. Ansori
Editor: Admin Reporter
481
Waspada! Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Saat Nyepi dan Idul Fitri, Gubernur Pramono Anung Ingatkan Warga
Foto: Ilustrasi Jakarta hujan / Dox : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Jakarta diperkirakan akan mengalami hujan bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi cuaca tersebut berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa data BMKG menunjukkan kemungkinan turunnya hujan dengan intensitas menengah pada dua momentum hari besar tersebut.

“Sehingga dengan demikian, pada saat nanti Idul Fitri dan Nyepi akan ada curah hujan,” kata Pramono Anung di Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).

Menurut dia, informasi tersebut menjadi peringatan dini bagi warga agar dapat menyesuaikan aktivitas selama periode libur keagamaan yang biasanya diwarnai mobilitas tinggi masyarakat.Sementara itu, BMKG sebelumnya juga telah memperbarui informasi terkait kondisi cuaca pada masa awal arus mudik Lebaran. Secara umum, kondisi atmosfer di berbagai wilayah Indonesia masih tergolong cukup kondusif.

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah daerah.Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, meminta masyarakat agar tidak panik namun tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan mudik.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut dan udara terbaru untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” ujar Faisal.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa saat ini aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) masih berlangsung aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar kawasan Indonesia pada periode 13 hingga 20 Maret 2026.

Kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut dinilai dapat memperkuat pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.Selain itu, tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil turut memperbesar peluang terjadinya hujan.Andri menambahkan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada periode 14 hingga 17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta beberapa wilayah di Jawa bagian tengah dan timur.

 

Berita Terkait