26 February 2026, 15:06

Sony Resmikan Sensor 200MP LYTIA 901, Siap Jadi Senjata Baru Kamera Smartphone Ultra-Premium 2026

Sony merilis sensor 200MP LYTIA 901 dengan HDR AI dan zoom 4x, siap jadi standar baru kamera smartphone flagship 2026.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
581
Sony Resmikan Sensor 200MP LYTIA 901, Siap Jadi Senjata Baru Kamera Smartphone Ultra-Premium 2026
Ilustrasi modern minimalis sensor kamera Sony dan smartphone flagship. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Sony memperkuat dominasinya di pasar sensor mobile dengan merilis LYTIA 901, sensor 200MP berukuran 1/1.12 inci yang dijadwalkan memasuki produksi massal pada November 2025. Sensor generasi baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan smartphone flagship kelas Ultra yang menuntut kualitas foto dan video semakin mendekati kamera profesional.

“Sony Semiconductor Solutions to Release Approx. 200-Effective Megapixel Image Sensor for Mobile Applications,” tulis rilis resmi perusahaan, menegaskan bahwa LYTIA 901 membawa pemrosesan AI langsung di dalam sensor untuk meningkatkan detail dan performa zoom.

Sensor ini menggabungkan Quad‑Quad Bayer Coding (QQBC), pipeline 12‑bit, serta teknologi HDR gabungan seperti Hybrid Frame‑HDR dan Dual Conversion Gain HDR. Kombinasi tersebut memungkinkan dynamic range lebih dari 16 stop, peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.

“This significantly suppresses highlight blowout in bright areas, as well as blackout in dark areas,” ujar Sony Semiconductor, menekankan kemampuan HF‑HDR dalam menjaga detail ekstrem pada kondisi cahaya kontras tinggi.

LYTIA 901 juga mendukung perekaman 4K 120fps, 8K 30fps, serta zoom in‑sensor hingga 4x. Produsen smartphone seperti Vivo dan Oppo disebut menjadi kandidat awal yang akan mengadopsinya untuk lini Ultra mereka pada 2026.

“Sony’s 200MP Camera Sensor Is Here… and Every Ultra Flagship Phone Wants It,” tulis Android Headlines, menyoroti bagaimana sensor ini diposisikan sebagai komponen utama untuk perangkat premium yang mengejar kualitas kamera terbaik.

Sony juga menanamkan sirkuit pemrosesan AI berbasis pembelajaran untuk remosaicing, memungkinkan konversi QQBC ke array piksel normal secara cepat dan akurat. Teknologi ini membantu mempertahankan detail halus seperti pola kecil dan teks, bahkan saat melakukan zoom tinggi.

Dengan kemampuan menangani RAW 200MP hingga 10fps dan 50MP hingga 30fps, LYTIA 901 membuka peluang baru bagi fotografi mobile yang menuntut kecepatan dan resolusi ekstrem. Sony menegaskan bahwa sensor ini akan memberikan pengalaman visual yang lebih natural, mendekati persepsi mata manusia.

Peluncuran LYTIA 901 menandai langkah strategis Sony dalam mempertahankan posisi sebagai pemasok sensor premium untuk industri smartphone global, sekaligus menantang dominasi Samsung di segmen 200MP. Dengan adopsi yang diproyeksikan meluas pada 2026, persaingan kualitas kamera smartphone dipastikan memasuki fase baru yang lebih agresif.

Berita Terkait