TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple Inc. kembali menuai kritik atas kemajuan asisten suara Siri yang didukung kecerdasan buatan (AI) setelah laporan Bloomberg pada 11 Februari 2026 mengungkap kendala pengujian internal yang memaksa penundaan beberapa fitur kunci. Semula direncanakan untuk rilis di iOS 26.4 pada Maret 2026, kemampuan baru seperti akses data pribadi dan eksekusi perintah kompleks kini disebar ke pembaruan iOS 26.5 pada Mei dan iOS 27 pada September, meski perusahaan tetap menargetkan peluncuran keseluruhan di tahun ini.
Penundaan ini bukan yang pertama bagi Apple, yang awalnya menjanjikan Siri yang lebih personal dan kontekstual sejak WWDC 2024 melalui Apple Intelligence. Setelah penundaan besar pada 2025, target internal Maret 2026 sempat menjadi harapan, tapi pengujian terbaru menemukan masalah seperti waktu respons lambat, kegagalan memproses query rumit, dan ketidakstabilan saat pengguna berbicara cepat. Fitur andalan yang terdampak termasuk pencarian otomatis podcast lama di pesan atau kemampuan multi-step seperti edit foto lalu kirim via email dalam satu perintah.
Kendati demikian, saham Apple sempat anjlok hingga 5 persen pada 12 Februari 2026, menandai hari terburuk sejak April 2025, karena investor khawatir akan ketertinggalan dari kompetitor seperti Google Gemini dan OpenAI. Sementara itu, kemitraan dengan Google untuk integrasi Gemini di belakang layar Siri diharapkan memperkuat kemampuan chatbot-like, meski rollout tetap bertahap.
“Masih di jalur untuk diluncurkan pada tahun 2026.”
Pernyataan resmi Apple kepada CNBC, yang langsung meredakan kekhawatiran pasar meski tanpa detail tanggal spesifik.
“Setelah merencanakan untuk memasukkan kemampuan baru di iOS 26.4 — pembaruan sistem operasi yang dijadwalkan pada bulan Maret — Apple sekarang bekerja untuk menyebarkannya ke versi mendatang.”
Mark Gurman dalam laporan Bloomberg, yang mengutip sumber internal perusahaan.
Update ini menandai langkah besar bagi Siri untuk bersaing di era AI, dengan kemampuan memahami konteks layar, mengelola app secara otomatis, dan berinteraksi lebih alami. Bagi pengguna iPhone di Indonesia, ini berarti potensi peningkatan produktivitas harian, meski harus bersabar hingga akhir 2026 untuk versi lengkap.