11 March 2026, 15:29

Siklon NURI Muncul di Utara Papua, BMKG Bongkar Daftar Wilayah yang Terancam Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Kemunculan Siklon Tropis NURI di Samudra Pasifik utara Papua memicu kewaspadaan baru terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Reporter: M. Ansori
Editor: Hasida Kuchiki
418
Siklon NURI Muncul di Utara Papua, BMKG Bongkar Daftar Wilayah yang Terancam Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Siklon NURI terdeteksi (Dok BMKG)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Kemunculan Siklon Tropis NURI di Samudra Pasifik utara Papua memicu kewaspadaan baru terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sistem ini memang bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun tetap menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan intensitas sedang hingga lebat serta peningkatan tinggi gelombang di beberapa kawasan timur Tanah Air. 

BMKG menjelaskan, Siklon Tropis NURI berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W dan mencapai intensitas siklon tropis pada 10 Maret 2026 pukul 18.00 UTC atau 11 Maret 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini, posisi sistem cuaca tersebut terpantau berada di Samudra Pasifik utara Papua dan dalam 24 jam ke depan bergerak ke arah timur laut, menjauhi Indonesia, dengan kecepatan angin maksimum yang dinyatakan persisten.

Meski pusat siklon tidak mengarah langsung ke daratan Indonesia, BMKG menegaskan pengaruh tidak langsungnya tetap perlu diwaspadai. Efek yang paling menonjol adalah potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah provinsi serta gelombang laut yang meningkat di beberapa perairan strategis. “Keberadaan sistem tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi hujan dan perairan Indonesia, terutama berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan juga peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah,” tulis BMKG. 

Untuk periode 24 jam ke depan hingga 12 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua. Daerah-daerah tersebut menjadi titik utama yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca cepat, terutama yang berkaitan dengan hujan lebat, jarak pandang terbatas, dan kemungkinan gangguan aktivitas luar ruang. 

Selain hujan, dampak lain yang ikut dipantau adalah peningkatan tinggi gelombang laut. BMKG menyebut gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua. Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni berkisar 2,5 hingga 4 meter, berpotensi muncul di Samudra Pasifik utara Maluku. Kondisi ini penting diperhatikan oleh nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut. 

Munculnya Siklon NURI menambah daftar dinamika atmosfer yang dalam beberapa waktu terakhir dipantau BMKG di sekitar Indonesia. Dalam pembaruan cuaca nasional, BMKG juga mengingatkan bahwa aktivitas sistem siklon di sekitar kawasan Indonesia dapat memengaruhi distribusi awan hujan, kecepatan angin, hingga tinggi gelombang, meski pusat gangguan cuaca tidak selalu berada di atas wilayah Indonesia.

Berita Terkait