TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Samsung resmi meluncurkan Galaxy S26 series pada acara Galaxy Unpacked 2026 yang digelar 26 Februari 2026 waktu Indonesia. Peluncuran yang berlangsung di San Francisco ini memperkenalkan Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra sebagai generasi ketiga ponsel Galaxy AI. Dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 khusus Galaxy, peningkatan NPU mencapai 39 persen untuk performa AI yang lebih cepat dan efisien. Samsung menargetkan seri ini sebagai standar baru smartphone flagship Android 2026 di tengah persaingan dengan iPhone 17 dan Google Pixel 10.
Fitur AI menjadi pusat inovasi Galaxy S26 series, termasuk Now Brief yang merangkum cuaca, jadwal, dan notifikasi penting dalam satu tampilan dinamis. Call Screening kini mampu menjawab panggilan tak dikenal secara otomatis dan mengumpulkan informasi penelepon sebelum diteruskan ke pengguna. Bixby juga ditingkatkan dengan pemahaman bahasa alami yang lebih akurat untuk menjalankan perintah kontekstual tanpa sentuhan. Circle to Search mendukung seleksi multi-elemen gambar, sementara Now Nudge pada keyboard memberi rekomendasi emoji, GIF, hingga foto berdasarkan konteks chat.
Samsung turut menghadirkan inovasi layar melalui Privacy Display, teknologi pertama di dunia yang membatasi sudut pandang layar secara selektif untuk menjaga privasi pengguna. Fitur ini dapat diaktifkan per aplikasi melalui quick settings, membuatnya ideal digunakan di tempat umum seperti kafe, kereta, atau pesawat. Layar Dynamic AMOLED 2X juga hadir dengan kecerahan lebih tinggi dan lapisan anti-reflektif untuk visibilitas luar ruangan yang lebih baik. Sistem pendingin vapor chamber baru memastikan performa tetap stabil saat gaming atau pemrosesan AI berat.
Kamera Galaxy S26 Ultra mengusung sensor 200MP dengan aperture F1.4 yang lebih lebar untuk hasil low-light yang lebih terang dan minim noise. Lensa telephoto 50MP menawarkan optical zoom 5x dengan kualitas setara 10x berkat algoritma AI yang ditingkatkan. Mode Super Steady memastikan video tetap stabil saat bergerak, sementara Photo Assist memungkinkan pengguna mengedit foto melalui perintah teks sederhana seperti menghapus objek atau memperbaiki background. Fitur ini dirancang untuk memudahkan content creator menghasilkan konten cepat dan efisien.
Sebagai pelengkap ekosistem Galaxy AI 2026, Samsung merilis Galaxy Buds4 dan Galaxy Buds4 Pro dengan peningkatan signifikan pada kualitas audio. Buds4 Pro hadir dengan woofer lebih besar, tweeter baru, dan dual-amplifier untuk menghasilkan Hi‑Res Audio yang lebih imersif. Active Noise Cancellation adaptif berbasis AI menyesuaikan tingkat peredaman sesuai lingkungan sekitar, sementara eartip silikon premium meningkatkan isolasi suara. Aksesori ini dirancang untuk integrasi mulus dengan Galaxy S26 series, termasuk untuk meeting virtual dan panggilan luar ruangan.
Harga global Galaxy S26 series dimulai dari 899 dolar AS untuk Galaxy S26, 1.099 dolar AS untuk Galaxy S26 Plus, dan 1.299 dolar AS untuk Galaxy S26 Ultra. Di Indonesia, harga diperkirakan mulai Rp14 jutaan untuk varian dasar dengan promo pre-order seperti cashback, upgrade storage gratis, dan bundling Galaxy Buds4 Pro. Ketersediaan global dimulai 11 Maret 2026, dan Samsung menargetkan pengguna yang ingin upgrade dari Galaxy S25 atau mencari perbandingan performa dengan iPhone 17 Pro Max.
Dalam pernyataan resminya, Samsung menegaskan bahwa Galaxy S26 series dirancang untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih natural, cepat, dan bekerja otomatis tanpa perlu interaksi rumit dari pengguna.
“AI seharusnya menjadi teknologi yang membantu semua orang tanpa perlu dipelajari. Galaxy S26 series kami rancang agar AI bekerja mulus di latar belakang,” ujar TM Roh, President & Head of Mobile eXperience Samsung Electronics.
Ia menambahkan bahwa fokus utama Samsung tahun ini adalah membuat AI terasa “tidak terlihat” namun selalu aktif, sehingga pengguna dapat mengandalkan ponsel untuk tugas harian, produktivitas, hingga pembuatan konten.
Galaxy S26 dan S26+ mempertahankan desain flat frame dengan layar datar dan modul kamera vertikal, sementara Galaxy S26 Ultra hadir lebih tipis, lebih ringan, dan membawa tata letak kamera baru yang menonjolkan kemampuan fotografi profesional. Samsung juga memperkuat build quality dengan material premium dan perlindungan Gorilla Armor generasi terbaru.
Di sektor performa, Samsung mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite/Gen 5 untuk pasar tertentu dan Exynos 2600 berbasis fabrikasi 2nm untuk wilayah lain. Optimalisasi arsitektur baru ini diklaim memberikan efisiensi daya lebih baik dan stabilitas performa yang lebih konsisten, terutama untuk pemrosesan AI on-device. Seluruh model S26 kini mendukung RAM hingga 16 GB untuk memastikan kinerja tetap mulus saat menjalankan aplikasi berat dan fitur Galaxy AI generasi terbaru.
Galaxy S26 Ultra menjadi model paling menonjol berkat baterai stacked 5.000 mAh dengan sistem pendinginan yang ditingkatkan untuk menjaga performa saat gaming dan pemrosesan AI intensif.
“Galaxy S26 series direkayasa dengan kemampuan paling canggih Samsung yang bekerja sebagai satu kesatuan: performa, kamera, dan Galaxy AI,” tulis Samsung dalam rilis resminya.
Salah satu inovasi terbesar tahun ini adalah Privacy Display, teknologi layar baru yang membuat tampilan ponsel sulit dilihat dari samping. Fitur ini memanfaatkan arsitektur piksel baru dan black matrix untuk mengarahkan cahaya hanya ke sudut pandang pengguna. Saat diaktifkan, layar akan tampak gelap dari samping sehingga orang lain tidak bisa mengintip notifikasi atau pesan.
Dalam demo Unpacked, Samsung menunjukkan bagaimana Privacy Display dapat mengubah visibilitas layar secara dinamis tanpa mengurangi keterbacaan dari sudut depan.
Galaxy S26 Ultra juga membawa panel M14 LTPO dengan kecerahan puncak sekitar 3.000 nit, refresh rate adaptif 120 Hz, dan lapisan anti-reflektif DX yang mampu mengurangi silau hingga 75 persen. Galaxy S26 standar kini berukuran sekitar 6,2 inci untuk penggunaan satu tangan, sementara S26+ berada di kisaran 6,7 inci. Keduanya tetap mempertahankan rating IP68.
Untuk kamera, Galaxy S26 Ultra masih mengandalkan sensor utama 200 MP yang ditingkatkan, sementara Galaxy S26 dan S26+ membawa konfigurasi 50 MP + 12 MP + 10 MP dengan peningkatan pemrosesan gambar berbasis AI. Samsung menargetkan hasil foto dan video yang lebih stabil, lebih terang, dan lebih konsisten di berbagai kondisi cahaya.
Samsung juga memperluas kemampuan Galaxy AI, termasuk integrasi dengan asisten AI pihak ketiga seperti Perplexity untuk pencarian informasi yang lebih kontekstual. Fitur AI kini bekerja otomatis untuk merangkum pesan, mengedit foto dan video, hingga membantu perencanaan aktivitas harian.
“Dengan Galaxy S26 series, kami ingin AI terasa seperti bagian alami dari pengalaman menggunakan ponsel,” kata Samsung dalam presentasinya.
Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra diumumkan pada 26 Februari 2026 dan mulai dipasarkan global pada 11 Maret 2026. Harga diperkirakan mirip dengan seri S25—mulai sekitar USD 799,99 untuk Galaxy S26 dan USD 999,99 untuk S26+—meski beberapa laporan menyebutkan potensi kenaikan harga di Eropa akibat biaya komponen.
Dengan kombinasi hardware baru, fitur Galaxy AI generasi ketiga, dan inovasi seperti Privacy Display, Samsung menempatkan Galaxy S26 series sebagai flagship yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih aman, lebih intuitif, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna modern.